JAKARTA - Pelatih Hansi Flick meraih kemenangan ke-50 saat Barcelona mengalahkan Real Oviedo 3-1 di pertandingan La Liga Spanyol. Flick pun mematahkan rekor pelatih tersukses Pep Guardiola.
Flick menorehkan rekor yang mengesankan. Setelah membawa Barca menjadi juara La Liga dalam debutnya di Spanyol, Flick menjadi pelatih tercepat kedua di abad 21 saat meraih kemenangan ke-50.
Flick hanya memerlukan 67 pertandingan di berbagai kompetisi untuk mencatat milestone itu. Dari jumlah laga yang dilakoni, Barca hanya delapan kali imbang dan sembilan kali kalah. Dirinya mengungguli Guardiola yang butuh 71 pertandingan untuk mencapai 50 kemenangan.
Guardiola sendiri merupakan pelatih tersukses di Barca. Meski hanya empat tahun mengarsiteki Blaugrana, dirinya memenangkan 14 trofi, termasuk dua kali juara Liga Champions.
Manajer Manchester City tersebut mengungguli pelatih legendaris Johan Cruyff yang butuh delapan tahun untuk meraih 11 trofi.
Flick sendiri masih kalah dengan pelatih Luis Enrique yang hanya tiga tahun menangani Barca. Meski demikian, dirinya hanya butuh 60 laga untuk mencapai 50 kemenangan.
Enrique yang kini mengarsiteki Paris Saint-Germain termasuk sukses di Camp Nou dengan meraih sembilan trofi. Bahkan dia membawa Barca meraih treble saat memenangi La Liga, Liga Champions dan Copa del Rey dalam satu musim.
Rapatkan Jarak Poin dengan Real Madrid
Keberhasilan Flick meraih kemenangan ke-50 dalam duel di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Jumat, 26 September 2025 dini hari WIB menjadikan Barca merapatkan jarak poin dengan pimpinan klasemen Real Madrid.
Barca yang menempati peringkat dua sudah mengantungi poin 16. Mereka hanya terpaut dua poin dengan Madrid.
Raihan tiga poin di kandang lawan juga menjadi catatan tersendiri karena ini merupakan kemenangan keempat Barca tanpa Lamine Yamal yang masih menjalani proses pemulihan.
Pemain sayap Marcus Rashford cukup berhasil menggantikan peran Yamal. Bahkan pemain pinjaman dari Manchester United ini menyumbang assist yang dituntaskan Ronald Araujo sekaligus memantapkan skor menjadi 3-1.
Meski menang, namun Barca sempat kesulitan menghadapi Oviedo. Bahkan mereka kebobolan lebih dulu saat Alberto Reina memanfaatkan kesalahan kiper Joan Garcia.
Barca baru bisa menyamakan skor di babak kedua melalui Eric Garcia. Selanjutnya, striker Robert Lewandowski dan Araujo yang membawa Barca berbalik unggul.
“Kami sesungguhnya bermain bagus dan mampu mengontrol pertandingan di babak pertama. Namun mereka bisa memanfaatkan peluang untuk mencetak gol. Meski demikian, kami tetap menguasai pertandingan dan seharusnya di babak pertama berakhir 1-1,” kata Flick seperti dikutip laman klub.
“Di babak kedua, saya katakan kepada tim untuk mempertahankan cara bermain dan tetap tenang. Tetap berusaha menguasai permainan dan akhirnya kami melakukannya dengan baik,” ucap eks pelatih Bayern ini.
Flick juga menolak menyalahkan kiper Joan Garcia yang melakukan blunder sehingga gagal clean sheet. Di laga itu, kiper meninggalkan gawang dan area penalti untuk menyambut bola dan berusaha membuangnya.
Namun bola justru mengarah kepada Reina yang kemudian melepaskan tendangan ke gawang yang kosong.
“Itulah gaya bermain yang memang kami inginkan dari dia. Dan dia bisa memenuhi harapan itu,” ucap Flick.
VOIR éGALEMENT:
“Dia tetap kiper yang fantastis….Itu hanya satu kesalahan saja dan mereka biasa melakukannya. Itulah sepak bola,” kata dia.
Barca melakoni enam pertandingan pertama tanpa pernah kalah. Namun Barca sempat kehilangan poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano sehingga gagal menyamai poin Madrid yang mencetak rekor enam kemenangan berturut-turut.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)