Partager:

JAKARTA - Claire Elise Boucher yang lebih akrab dengan nama panggung Grimes mengungkap bahwa ia baru saja didiagnosis menderita attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas dan juga autisme.

Musisi alt-pop asal Kanada itu mengungkap kondisinya itu lewat pernyataan di X. Tidak hanya itu, ia juga merasa ada permasalahan disleksia.

"Tahun ini saya didiagnosis ADHD/autisme, dan menyadari bahwa saya mungkin disleksia. Itulah sebabnya saya tidak bisa mengeja sama sekali tanpa pemeriksa ejaan,” ungkap Grimes, mengutip pernyataannya, Selasa, 25 Maret.

Grimes bersyukur baru mengetahui diagnosis tersebut ketika berusia 37 tahun. Ia merasa hal yang akan lebih buruk jika diagnosis tersebut sudah diketahui ketika masih anak-anak.

"Begitu banyak obsesi dan motivasi aneh yang saya miliki akan dianggap patologis dan saya bisa saja mengabaikan hal-hal tertentu yang sangat sulit bagi saya, tetapi saya senang saya berhasil mengatasinya," tulisnya. "Mungkin juga karena obat bius."

Lebih lanjut, pelantun “Genesis” itu juga menjelaskan keyakinannya akan adanya ‘subkultur’ akun daring yang berpura-pura membantu permasalahan mental. Namun menurut pandangannya, hal tersebut merupakan bahaya yang lebih ekstrem. Dia khawatir bahwa orang-orang saat ini mulai mendiagnosis kondisi kesehatan mental mereka sendiri.

"Saya merasa sebagian besar ADHD adalah kecanduan layar dan kelelahan dopaminergik. Gejala ADHD saya jauh lebih parah ketika saya tidak gemar membaca," ujar Grimes.

“Akun ADHD yang mencoba menjadikan salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan anak untuk membantu ADHD sebagai sesuatu yang sangat gelap,” tambahnya. "Saya pikir, sifat subkultur kesehatan mental media sosial yang tidak berpengetahuan ini benar-benar menjadi perhatian besar. Beberapa memang bagus, tetapi banyak dari ini tampaknya secara eksplisit anti-peradaban dan ditujukan untuk memperburuk keadaan orang."


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)