Partager:

YOGYAKARTA – Jika merasa rambut kusam dan rontok atau mudah patah, mungkin Anda bertanya-tanya apakah rambut Anda lebih butuh banyak protein atau lebih butuh kelembapan. Para pakar rambut menyatakan bahwa rambut memerlukan keseimbangan antara kedua elemen tersebut agar tetap sehat dan kuat. Struktur rambut terdiri dari beberapa lapisan. Pada lapisan tengah (korteks) sangat bergantung pada protein. Sedangkan lapisan luar (kutikel) mengatur kemampuan rambut untuk menyerap dan mempertahankan kelembapan. Bila salah satu aspek kurang, rambut bisa menjadi rapuh (jika kurang protein) atau kering dan kehilangan elastisitas (jika kurang kelembapan).

Kebutuhan protein rambut

Menurut ahli penata rambut dan pendiri brand perawatan rambut, Valery Joseph, dilansir Byrdie, Rabu, 5 November, ikatan disulfida adalah blok bangunan rambut yang menjaga bentuk alami rambut. Ikatan ini penting untuk menjaga struktur rambut (korteks), termasuk kekuatan dan bentuk keriting atau lurusnya rambut. Jika rambut kekurangan protein, rambut bisa kehilangan elastisitas, terasa lembek atau “lemas” ketika basah, mudah patah, dan tampak kusam.

perawatan rambut kusam dan rontok
Ilustrasi rekomendasi perawatan rambut kusam dan rontok (Freepik/pch.vector)

Penyebab kekurangan protein bisa berasal dari paparan panas (pengering, catokan), prosedur kimia seperti pewarnaan atau bleaching, serta paparan sinar UV atau chlorine. Nah, cara sederhana untuk cek kecukupan protein pada rambut, bisa dengan melakukan uji sederhana di rumah. Uji coba ini disebut dengan stretch test, caranya menarik helaian rambut saat basah dan perhatikan apakah langsung putus atau masih bisa meregang sedikit. Jika langsung putus, artinya rambut kekurangan protein.

Kebutuhan kelembapan rambut

Ahli trichology dan ilmuwan medis, Isfahan Chambers Harris, menjelaskan bahwa kelembapan sangat penting untuk menjaga kelembutan dan elastisitas rambut. Lapisan kutikel rambut memungkinkan air masuk dan keluar, jika kutikel terlalu terbuka atau terlalu tertutup, rambut tidak akan bisa mempertahankan kelembapan dengan baik.

Rambut yang kekurangan kelembapan biasanya terasa kasar, mudah kusut, dan tampak kusam karena tidak mampu mempertahankan air dengan baik. Penyebab kekurangan kelembapan antara lain udara kering, penggunaan alat panas secara berlebihan, dehidrasi tubuh, serta memakai produk rambut yang menghambat penyerapan air. Anda bisa mengetesnya dengan float test. Caranya rambut yang porositas tinggi akan tenggelam di air karena menyerap banyak air tetapi juga kehilangan kelembapan dengan cepat.

perawatan rambut kusam dan rontok
Ilustrasi rekomendasi perawatan rambut kusam dan rontok (Freepik/pch.vector)

Menjaga keseimbangan antara protein dan kelembapan

Dr. Chambers Harris menekankan, kita membutuhkan protein untuk memperkuat struktur rambut, dan kelembapan untuk memastikan kelembutan dan elastisitas. Artinya, satu tidak lebih penting dibanding yang lain. Ia menyarankan menggunakan kondisioner atau masker rambut yang seimbang. Yaitu mengandung kelembapan dan sejumlah protein ringan agar rambut tetap kuat dan lentur.

Sebagai rutinitas umum, disarankan melakukan deep conditioning yang kaya kelembapan secara mingguan. Sementara terapi protein cukup dilakukan setiap 3–6 minggu tergantung kondisi rambut. Setelah melakukan perawatan, Anda bisa melakukan kembali stretch test atau float test untuk mengecek apakah rambut sudah kembali seimbang.

Singkatnya, rambut kusam dan rontok bukan hanya karena satu sebab tunggal. Sering kali rambut Anda membutuhkan kombinasi protein dan kelembapan yang seimbang agar kembali sehat. Dengan mengenali tanda-tanda kekurangan protein atau kelembapan, Anda bisa menyesuaikan perawatan rambut agar lebih tepat sasaran. Rutinitas perawatan yang konsisten dan pola makan yang baik akan membantu rambut Anda menjadi kuat, bercahaya, dan elastis kembali. Cobalah evaluasi kondisi rambut Anda secara berkala dan sesuaikan perawatan sesuai kebutuhan agar rambut Anda selalu dalam kondisi optimal.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)