JAKARTA - Libur Lebaran menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga. Berbagai destinasi menarik di Indonesia ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Salah satu daerah yang menghadirkan suasana khas Lebaran dengan sentuhan budaya adalah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Selain keindahan alamnya, daerah ini juga menggelar berbagai acara menarik untuk menyemarakkan Idulfitri.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, Kepulauan Riau, menyelenggarakan Festival Lampu Hias Eid Mubarak guna merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah serta menarik wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Karimun, M. Yunus, saat dikonfirmasi dari Karimun pada Kamis, menjelaskan festival ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan Lebaran, tetapi juga sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkan budaya Melayu kepada generasi muda serta wisatawan.
Ia mengungkapkan bahwa festival ini terdiri dari dua kategori lomba lampu hias, yaitu lampu elektrik dan lampu colok.
"Jumlah peserta mencapai 46 orang, dengan rincian 15 peserta mengikuti lomba lampu colok dan 31 peserta lainnya berpartisipasi dalam kategori lampu elektrik," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemenang pertama kategori lampu colok akan menerima hadiah uang tunai sebesar Rp20 juta, sedangkan juara kedua mendapatkan Rp17,5 juta, juara ketiga Rp15 juta, juara keempat Rp12,5 juta, juara kelima Rp10 juta, dan juara keenam Rp7,5 juta.
VOIR éGALEMENT:
Sementara itu, untuk kategori lampu elektrik, juara pertama akan membawa pulang hadiah sebesar Rp15 juta, juara kedua Rp12,5 juta, juara ketiga Rp10 juta, juara keempat Rp7,5 juta, juara kelima Rp5 juta, dan juara keenam Rp2,5 juta.
"Peserta yang mengikuti festival ini berasal dari berbagai kecamatan, seperti Sepulau Karimun, Sepulau Kundur, Buru, dan Ungar," tambahnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Karimun, Ahadian Zulseptriadi, mengungkapkan bahwa proses penilaian berlangsung mulai 22 hingga 26 Maret 2025.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seluruh lampu harus menyala pada malam penilaian sesuai jadwal yang ditetapkan, serta pada malam tujuh likur atau 27 Ramadhan. Selain itu, peserta juga diharapkan menyalakan lampu pada malam Idul Fitri untuk menyemarakkan suasana.
"Pada malam 22 Maret, penilaian dilakukan di Kecamatan Ungar dan Kundur, 23 Maret di Sepulau Kundur, 24 Maret tidak ada penilaian, sementara 25 dan 26 Maret berlangsung di Sepulau Karimun serta Buru," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penilaian di Pulau Kundur harus diulang karena saat proses penilaian sebelumnya, hujan dan angin kencang menghambat kerja tim juri dalam menilai lampu colok.
"Berdasarkan arahan Bupati, mulai tahun 2026, lomba lampu colok akan dibagi menjadi dua zona guna mempermudah proses penilaian serta meningkatkan jumlah peserta," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa pada 2026, kemungkinan Karimun, Buru, dan Selat Gelam akan tergabung dalam satu zona, sementara zona lainnya mencakup Durai, Ungar, Sugi, dan Moro.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)