Partager:

YOGYAKARTA - Pernahkah Anda merasakan benjolan dibawah dagu sakit jika ditekan? Kondisi ini tentu membuat khawatir, apalagi jika ukuran benjolan semakin membesar.

Benjolan di area ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi medis yang lebih serius. Untuk memahami lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan penanganan benjolan di bawah dagu, simak penjelasan berikut.

Penyebab Benjolan Dibawah Dagu Sakit jika Ditekan

Dilansir dari laman medicalnewstoday, kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik. Mereka berfungsi menyaring dan mengalirkan cairan yang dikenal sebagai limfa. Cairan ini mengandung sel darah putih yang melawan infeksi serta produk limbah.

Kelenjar getah bening biasanya berukuran kecil, tetapi dapat membengkak sebagai bagian dari respons imun. Jika kelenjar getah bening di sekitar leher dan rahang membengkak, hal ini dapat terasa seperti benjolan di bawah dagu. Kelenjar tersebut mungkin terasa nyeri saat disentuh.

Perlu diketahui, infeksi adalah penyebab umum pembengkakan kelenjar getah bening. Adapun beberapa penyebab nyeri di bawah dagu meliputi:

  • Pilek atau flu
  • Infeksi telinga
  • Infeksi sinus
  • Cacar air
  • Campak
  • Radang tenggorokan
  • Mononukleosis
  • Abses gigi
  • Penyakit Lyme

Baca juga artikel yang membahas Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim dan Penghambatnya

Jika penyebab nyeri adalah infeksi, maka pembengkakan biasanya akan hilang dalam waktu 1–2 minggu. Namun, kelenjar getah bening juga dapat membengkak karena alasan lain, seperti penyakit autoimun dan kanker.

Jika kelenjar getah bening membengkak tetapi tidak membaik dengan sendirinya, segera konsultasikan dengan dokter.

Daging Tumbuh atau Tumor Jinak

Daging tumbuh dapat menyebabkan benjolan terbentuk di bawah dagu. Meskipun pertumbuhan ini bukan kanker, dalam beberapa kasus, bentuk atau rasanya bisa mirip. Adapun beberapa contoh pertumbuhan jinak meliputi:

  • Kista

Kista adalah kantung yang berisi cairan atau sisa-sisa jaringan. Kista dapat terbentuk ketika kelenjar sebaceous di kulit, yang menghasilkan minyak, tersumbat atau terinfeksi.

Selain itu, kista dapat muncul di mana saja, tetapi seringkali terjadi di wajah atau leher. Kista dapat hilang dengan sendirinya, namun terkadang dokter mungkin merekomendasikan pengangkatan melalui pembedahan.

  • Lipoma

Lipoma adalah pertumbuhan sel lemak di bawah kulit. Benjolan lipoma akan terasa lembut dan mudah bergerak. Lipoma biasanya tumbuh dengan sangat lambat, namun memiliki potensi yang rendah untuk menjadi kanker, dan umumnya tidak menyebabkan gejala lain.

  • Dermatofibroma

Terakhir adalah fibroma yang merupakan benjolan bulat yang terdiri dari jaringan fibrosa. Mereka muncul sebagai nodul kecil berwarna merah muda atau cokelat muda pada kulit terang, dan cokelat gelap pada kulit yang lebih gelap.

Fibroma biasanya tidak menimbulkan gejala lain, dan penyebabnya tidak selalu jelas. Kadang-kadang, fibroma muncul setelah cedera ringan, seperti gigitan serangga.

  • Waspada Kanker

Terakhir Anda juga harus waspada adanya kanker yang dapat menyebabkan benjolan terbentuk di bawah dagu. Kanker dapat muncul jika memengaruhi kulit, kelenjar getah bening, kelenjar tiroid, atau kelenjar ludah di area tersebut.

Adapun beberapa contoh kanker yang dapat menyebabkan hal ini meliputi limfoma, leukemia, dan karsinoma. Namun, semua jenis kanker berpotensi menyebar ke area bawah dagu seiring dengan perkembangannya.

Benjolan akibat kanker biasanya terasa keras saat disentuh dan tidak bergerak di bawah kulit ketika ditekan.

Biasanya benjolan kanker juga tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi mungkin ada nyeri di area tersebut jika benjolan menekan saraf. Kadang-kadang, seseorang dapat merasakan mati rasa sebagian atau kesemutan di area tersebut.

Selain benjolan dibawah dagu sakit jika ditekan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya! 


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)