JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan insentif bagi industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) akan tetap berlanjut.
Menurut dia, kebijakan tersebut masih menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Meski demikian, Airlangga belum menjelaskan secara rinci mengenai skema pemberian insentif tersebut.
Dia hanya mengungkapkan bahwa kebijakan itu nantinya akan diselaraskan dengan pengembangan mobil dan motor listrik nasional.
Adapun dalam waktu dekat, Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan meluncurkan kendaraan listrik nasional tersebut.
"Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional atau motor nasional," ujarnya kepada awak media, dikutip Selasa, 28 Juli.
Ketika ditanya apakah insentif akan diberikan kepada masyarakat yang membeli kendaraan listrik nasional atau kepada perusahaan yang memproduksinya, Airlangga belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Dia hanya menegaskan bahwa insentif tersebut berkaitan dengan mobil dan motor listrik nasional.
"Mobil dan motor listrik nasional," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memastikan bahwa dukungan berupa insentif untuk industri kendaraan listrik tetap akan diberikan.
Namun, mekanisme penyalurannya akan difokuskan kepada sejumlah perusahaan tertentu.
"Motor listrik masih ada insentif nanti, tapi dialihkan ke beberapa perusahaan tertentu," tuturnya kepada awak media, Selasa, 21 Juli.
관련 항목:
Menurut Purbaya, pemerintah masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Perindustrian dan Danantara terkait perusahaan yang akan menerima insentif tersebut, karena kedua lembaga tersebut bertugas menentukan arah penyaluran subsidi, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat berbasis listrik.
"Saya masih tunggu masukan dari Menperin dan dari Danantara. Karena dia yang diminta menentukan kemana subsidinya, untuk mobil juga kita tunggu masukan," tuturnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)