Partager:

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menerima 14 lokomotif baru tipe CC 205 dari Progress Rail, Alabama, Amerika Serikat. Belasan lokomotif tersebut masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Panjang, Lampung.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan 14 lokomotif tersebut merupakan pengiriman batch ketiga dari total pengadaan 54 unit, sehingga KAI telah menerima 38 lokomotif baru untuk memperkuat layanan angkutan barang.

“Tambahan sarana ini meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan angkutan batu bara serta logistik lainnya yang tumbuh di Sumatra bagian selatan,” tuturnya dalam keterangan resmi, Kamis, 20 November.

Kata Anne, penguatan sarana di wilayah tersebut penting karena menjadi pusat distribusi energi nasional. Dia bilang pengadaan lokomotif ini juga sejalan dengan target pertumbuhan angkutan barang yang dipasang KAI sebesar 15 persen pada 2029.

“Termasuk proyeksi 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton komoditas non-batu bara,” jelasnya.

Untuk mendukung target tersebut, KAI mengembangkan infrastruktur logistik strategis, seperti Terminal Tarahan II yang dapat menambah kapasitas hingga 18 juta ton dan peningkatan fasilitas bongkar-muat Kertapati hingga 7 juta ton.

Anne mengatakan Sumatera Selatan diproyeksikan memberi kontribusi tambahan 27,8 juta ton dan menjadi pusat ekspansi angkutan barang berbasis rel. Penguatan sarana dan infrastruktur ini menjadi fondasi bagi tumbuhnya sektor logistik secara nasional.

“Angkutan batu bara melalui rel memastikan pasokan energi Jawa dan Bali tetap terjaga, menopang layanan kesehatan, pendidikan, industri, dan pelayanan publik,” ucapnya.

Di sisi lain, Anne bilang moda rel memberikan efisiensi tinggi dan dampak lingkungan yang lebih rendah dibanding moda angkutan jalan raya. Satu rangkaian KA batu bara dengan 61 gerbong (3.050 ton) setara dengan perpindahan 120 truk kontainer ukuran 40 kaki.

Bahkan, kata Anne, emisi karbon per perjalanan mencapai 10.766 kg CO₂, jauh lebih rendah dibanding 65.645 kg CO₂ yang dihasilkan 120 truk kontainer.

Pada Januari hingga Oktober 2025, KAI mencatat volume angkutan barang sebesar 57.556.900 ton, naik 0,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Batu bara menjadi kontributor terbesar dengan 47,77 juta ton atau 83 persen dari keseluruhan angkutan, terutama di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang.

Kata Anne, kelancaran angkutan batu bara memiliki peran vital terhadap keseimbangan energi Indonesia. Pasokan batu bara dari Sumatera mengalir ke pembangkit listrik yang melayani Jawa dan Bali, menjaga layanan rumah sakit tetap beroperasi, proses belajar mengajar berjalan, industri tetap produktif, dan layanan publik berjalan stabil.

“KAI juga mendukung kebijakan penghapusan truk ODOL pada 2026 melalui jaringan logistik berbasis rel berkapasitas besar yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik nasional sekaligus memperkuat daya saing industri dalam negeri,” ucapnya.

Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI telah menggunakan Biosolar B40 sebagai bagian dari transisi energi bersih serta dekarbonisasi transportasi berbasis rel, selaras dengan target Net Zero Emission 2060.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+