Partager:

JAKARTA - Argentina yang kembali tidak diperkuat kapten Lionel Messi tak mengalami kesulitan menghancurkan Brasil 4-1 dalam big match kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu, 26 Maret 2025 pagi WIB.

Argentina sesungguhnya sudah memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 hanya beberapa jam sebelum laga besar melawan Brasil. Hasil imbang 0-0 Uruguay melawan tuan rumah Bolivia menjadikan posisi Argentina di enam besar klasemen tidak tergoyahkan.

Dari zona CONMEBOL, enam tim teratas lolos secara otomatis ke Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Argentina yang bertengger di puncak klasemen langsung lolos secara otomatis meski belum bertanding melawan Brasil. Pasalnya, poin Argentina sudah tidak bisa dikejar Bolivia yang menempati peringkat tujuh dengan perolehan poin 14.

Saat kembali melakoni babak kualifikasi, Argentina yang berstatus juara bertahan setelah memenangi Piala Dunia untuk kali ketiga pada 2022 ini mengukuhkan keperkasaannya di Amerika Selatan setelah menghancurkan lawan berat Brasil.

Kemenangan itu menjadikan La Albiceleste mengantungi poin 31. Kini, Argentina sudah unggul 16 poin dengan Venezuela yang menduduki posisi tujuh dengan menggeser Bolivia setelah menang 1-0 atas Peru.

Sementara, Brasil masih tertahan di peringkat empat dengan memiliki poin 21. Sama dengan Uruguay dan Paraguay yang bermain imbang 2-2 melawan Kolombia.

Tim Terbaik

Di pertandingan itu, Argentina dan Brasil sama-sama menurunkan tim terbaik. Meski tidak diperkuat Messi dan striker Lautaro Martinez, Argentina tetap bisa menurunkan skuad andalan.

Pelatih Lionel Scaloni menempatkan duet Julian Alvarez dan Enzo Fernandez di lini depan. Mereka ditopang gelandang Liverpool Alexis MacAllister yang bahu-membahu dengan Thiago Almada yang mencetak gol kemenangan 1-0 atas Uruguay.

Brasil sendiri tidak kalah kuat karena pelatih Dorival Junior langsung menempatkan Vinicius Junior sebagai ujung tombak. Penyerang Real Madrid ini ditopang gelandang yang punya naluri mencetak gol sangat tinggi, Rodrygo, Matheus Cunha dan Raphinha.

Hanya permainan agresif Argentina mampu membuat pertahanan Brasil kalang-kabut. Pertandingan baru berjalan empat menit, gawang Bento sudah dibobol Alvarez. Penyerang Atletico Madrid ini sukses menyelesaikan umpan apik dari Almada.

Unggul 1-0 menjadikan Argentina kian agresif menekan pertahanan Selecao. Usaha mereka pun langsung memberi hasil positif. Berselang 10 menit, Fernandez memantapkan keunggulan menjadi 2-0.

Brasil mencoba bangkit dan mulai mengimbangi permainan menyerang Argentina. Lewat sebuah serangan balik, Brasil akhirnya memperkecil ketinggalan. Cunha yang memanfaatkan kesalahan bek Cristian Romero menaklukkan kiper Emiliano Martinez di menit 26.

Namun Argentina sudah tidak terbendung. Mereka kembali menekan pertahanan Brasil. Alhasil, Mac Allister sukses memantapkan keunggulan tuan rumah di menit 37.

Dirinya menyelesaikan assist dari Fernandez. Skor berubah menjadi 3-1 dan bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Argentina menurunkan tempo permainan. Meski demikian, mereka masih bisa menambah gol.

Kali ini, pemain pengganti Giovani Simeone yang menyambut assist Nicolas Tagliafico menjebol gawang Brasil untuk mengubah skor menjadi 4-1. Skor itu bertahan hingga laga usai.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)