Partager:

YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi isu pendakian Gunung Merapi yang sedang ramai dibahas di media sosial.

Sri Sultan berharap, masyarakat, khususnya wisatawan, mengurungkan niat untuk mendaki Gunung Merapi yang hingga kini masih berstatus Level III (Siaga) tersebut.

“Tapi ya harapan saya, bagi turis, bagi pendatang, dalam arti dia memang mau berwisata, nah itu saya mohon memang jangan naik (mendaki),” tegas Sri Sultan dikutip dari keterangan Pemprov DIY, Jumat, 3 Juli.

Menurut Sri Sultan, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi pada umumnya telah memahami karakteristik dari aktivitas vulkanik Merapi.

“Ya memang sebetulnya kalau masyarakat sekitar Merapi itu paham. Dia pun juga tidak mau turun, karena hanya mengalir saja paling-paling dari atas 2 km, 2,5 km berarti tidak sampai. Kemungkinan mereka sudah tahu sebetulnya,” tambah Gubernur DIY.

Namun, wisatawan atau pendatang yang datang untuk berlibur belum tentu mengetahui Gunung Merapi saat ini masih menunjukkan aktivitas.

Karena itu, Sri Sultan mengimbau pada masyarakat sekaligus wisatawan untuk berhati-hati dan tidak mendaki kawasan Gunung Merapi.

“Kalau masyarakat sekitarnya kan sudah paham, tapi pendatang yang belum, yang sekedar mau bervakansi, berlibur, nah belum tentu tahu kalau ada aktivitas Merapi, Ya hati-hati jangan, sementara ini jangan naik (mendaki), gitu saja,” pungkas Sri Sultan.

Diketahui, Badan Geologi melaporkan terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Kamis, 2 Juli, pukul 23.58 WIB.

Awan panas tersebut diperkirakan meluncur sejauh 1.800 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat/Putih, dengan amplitudo maksimum 53,05 mm dan durasi 92,91 detik.

Masyarakat diimbau untuk menjauhi kawasan rawan bencana dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta selalu mengikuti rekomendasi resmi dari pihak berwenang.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga), sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan memantau informasi resmi dari BPPTKG.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+