Partager:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Senin, Iran akan menerima inspeksi senjata besar-besaran sebagai bagian dari upaya untuk memastikan apa yang Ia gambarkan sebagai "kejujuran nuklir" di masa depan.

"Semua orang sangat menyadari bahwa Iran akan setuju untuk menjalani Inspeksi Senjata Besar-besaran guna memastikan 'Kejujuran Nuklir' hingga jauh ke masa depan," tulis Presiden Trump dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, melansir Anadolu (23/6).

Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah Wakil Presiden JD Vance mengatakan pembicaraan dengan Iran di Burgenstock, Swiss, telah menghasilkan "landasan yang sangat baik" untuk kesepakatan akhir.

Wapres Vance juga mengklaim Tehran telah setuju untuk mengizinkan para inspektur dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kembali ke negara tersebut.

Namun, mengutip sebuah sumber, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, membantah klaim Wapres Vance tersebut, dengan menyatakan tidak ada pembahasan yang berlangsung selama pembicaraan di Swiss baru-baru ini mengenai kembalinya para inspektur IAEA ke Iran.

Sebelumnya, Iran dan AS pada 14 Juni mengumumkan telah mencapai kesepakatan 14 poin melalui mediasi Pakistan, yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama empat bulan, membuka kembali Selat Hormuz, dan menetapkan kerangka kerja untuk negosiasi nuklir.

Memorandum tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+