JAKARTA - Empat pesawat angkut C-17 Angkatan Udara Amerika Serikat berangkat ke Eropa pada Hari Kamis membawa perlengkapan untuk kemungkinan kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Jenewa, untuk penandatanganan perjanjian prospektif dengan Iran, lapor Axios.
Axios, mengutip sumber yang mengetahui persiapan tersebut, mengatakan penerbangan militer tersebut terkait dengan upacara penandatanganan potensial yang dapat berlangsung dalam beberapa hari mendatang jika upaya yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan perjanjian tersebut berhasil.
Persiapan yang dilaporkan tersebut terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan sebelumnya pada Hari Kamis, Washington dan Teheran telah mencapai "kesepakatan besar" dan dapat menandatangani perjanjian tersebut secepatnya akhir pekan ini, melansir Anadolu (12/6).
Menurut Axios, nota kesepahaman yang diusulkan akan memperpanjang gencatan senjata saat ini selama 60 hari sambil membuka negosiasi tentang kesepakatan yang lebih luas yang mencakup program nuklir Iran.
Draf perjanjian tersebut dilaporkan menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz segera tanpa biaya transit dan berupaya untuk memulihkan volume pengiriman ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari.
Sebagai imbalannya, Iran akan berkomitmen untuk tidak mengejar senjata nuklir dan akan mengatasi kekhawatiran atas persediaan uranium yang diperkaya.
Langkah-langkah konkret apa pun terkait program nuklir Teheran akan tunduk pada perjanjian terpisah yang lebih rinci, menurut laporan tersebut.
Axios mengatakan kesepakatan itu juga akan memberikan Iran keringanan sanksi bertahap yang terkait dengan kepatuhan terhadap komitmennya, termasuk pengecualian sementara yang memungkinkan ekspor minyak.
Dijelaskan, kesepakatan sementara dicapai pada Rabu malam setelah pembicaraan antara mediator Qatar Ali Al-Thawadi dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dengan Utusan Presiden Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner – yang juga menantu Trump – terlibat dalam negosiasi.
另请阅读:
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran belum membuat keputusan akhir tentang perjanjian yang diusulkan, sementara Axios melaporkan perjanjian tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Pimpinan Tertinggi Iran.
Jika ditandatangani, kesepakatan tersebut diperkirakan akan dikenal sebagai "Perjanjian Islamabad," yang mencerminkan upaya mediasi Qatar dan Pakistan.
Pada Hari Kamis, Presiden Trump juga secara khusus memuji Turki karena membantu mencapai kesepakatan yang diharapkan, dengan mengatakan Ia telah berbicara dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan menyebutnya "hebat" atas bantuannya dalam mencapai kesepakatan tersebut.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)