Partager:

JAKARTA - Iran menyatakan tidak mempercayai Amerika Serikat kepada sejumlah negara mediator yang mencoba memediasi, berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Menurut laporan tersebut, perundingan antara AS dan Iran sudah dua kali gagal. Pada Juni, Israel dengan dukungan Presiden AS Donald Trump menyerang Iran menjelang putaran pembicaraan, sementara pada Februari, AS dan Israel melancarkan operasi setelah tercapai kesepakatan awal terkait isu nuklir.

“Kami tidak ingin tertipu lagi,” kata salah satu sumber seperti dikutip Axios dilansir ANTARA dari Sputnik, Rabu, 25 Maret.

Iran juga disebut telah menyampaikan kepada otoritas Pakistan, Mesir, dan Turki peningkatan kehadiran militer AS di kawasan semakin memperkuat kekhawatiran Teheran tawaran perundingan damai dari Trump mungkin hanya strategi.

Pada Selasa, Trump mengatakan telah menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta menantunya Jared Kushner sebagai tim negosiasi AS dengan Iran. Ia menambahkan proses negosiasi kembali dilanjutkan pada Minggu dan menunjukkan keseriusan Teheran untuk mencari penyelesaian konflik.

Namun, pada Senin, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyangkal pernyataan Trump dan menyatakan negaranya belum menggelar pembicaraan dengan AS dan menilai adanya berita palsu yang digunakan untuk memengaruhi pasar.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya menyatakan serangan “pendahuluan” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran, namun kemudian menegaskan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di negara tersebut.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+