Partager:

JAKARTA — Isu Board of Peace memunculkan nada berbeda dari tokoh yang datang ke Istana. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan membawa mandat konstitusi soal kemerdekaan bangsa, sementara pengusaha Jusuf Hamka menekankan pentingnya membaca langkah Presiden sebagai strategi.

“Kita menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Perdamaian jangan separuh-separuh. Perdamaian harus konkret, amanah undang-undang, perdamaian abadi,” kata Amirsyah di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 3 Februari.

Ia menegaskan kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan.

“Termasuk kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Ia menyebut ormas akan menyampaikan sikap setelah mendengar arahan Presiden.

Di lokasi yang sama, Jusuf Hamka yang juga hadir sebagai undangan pada pertemuan antara ormas Islam dengan Presiden Prabowo Subianto melihat pendekatan berbeda.

“Kita harus percaya Presiden Prabowo. Beliau ahli strategi. Jangan suudzon, harus husnudzon,” ujarnya.

Ia menilai berada di dalam forum memberi ruang pengaruh lebih besar. “Daripada nonton di luar, mending mewarnai di dalam,” katanya.

Pernyataan keduanya menunjukkan isu ini belum dibaca dengan satu bingkai kacamata.

Satu sisi menuntut konsistensi prinsip kemerdekaan, sisi lain berbicara posisi tawar di meja internasional. Sikap resmi ormas disebut masih menunggu penjelasan langsung Presiden.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)