JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban atas tragedi kecelakaan maskapai penerbangan Air India yang jatuh tidak jauh dari Bandara Ahmedabad, India.
“Berdasarkan manifes penumpang yang diperoleh KJRI Mumbai, tidak ada WNI yang menjadi penumpang di dalam pesawat yang dimaksud,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI Judha Nugraha dikutip dari ANTARA, Jumat 13 Juni.
Maskapai penerbangan Air India dengan nomor penerbangan Al171 itu jatuh di dekat Bandara Ahmedabad, tepatnya di pemukiman Meghani Nagar.
Pada insiden tersebut, maskapai penerbangan Air India membawa 242 penumpang yang terdiri dari 11 anak-anak, 188 warga negara India serta 43 warga negara luar negeri seperti Kanada, Inggris, dan Portugis.
Pada saat kejadiaan naas itu, pilot yang bertugas untuk membawa maskapai penerbangan Air India bernama Sumit Sabharwal dengan kopilot Clive Kunder.
"Di dalam pesawat tersebut ada banyak bayi, selain itu ada juga 10 plus 2 awak pesawat," lanjutnya.
Bahkan, operasional penerbangan Bandara Ahmedabad langsung menutup bandara tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan.
“Penerbangan dengan nomor AI 171 dari Ahmedabad ke London, Gatwick, telah mengalami kecelakaan tidak lama setelah lepas landas, di luar bandara. Akibatnya, Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, saat ini tidak beroperasi untuk sementara waktu," tulis pernyataan resmi dari bandara tersebut dilansir dari Livemint, Kamis 12 Juni.
VOIR éGALEMENT:
Pihaknya meminta kepada semua penumpang yang akan bepergian dari bandara tersebut untuk segera mengonfirmasi kepada pihak maskapai penerbangan terkait atas terjadinya penutupan sementara.
"Semua operasi penerbangan ditangguhkan sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Penumpang diimbau untuk menghubungi maskapai penerbangan masing-masing untuk mendapatkan informasi terkini sebelum berangkat ke bandara," tulisnya lagi.
"Kami mohon kerja sama dan kesabaran Anda sementara pihak berwenang menangani situasi yang terus berkembang ini," tambah pernyataan resmi tersebut.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)