JAKARTA - Tim penyelamat asing mulai terbang ke Myanmar pada Sabtu untuk membantu pencarian korban selamat dari gempa bumi yang menewaskan lebih dari 1.000 orang. Gempa melumpuhkan infrastruktur penting di tengah perang saudara yang sedang berlangsung.
Jumlah korban tewas di Myanmar menjadi 1.002, kata pemerintah militer pada Sabtu, 29 Maret, naik tajam dari laporan awal media pemerintah yang menyebutkan 144 orang tewas pada Jumat.
Dilaporkan sembilan orang tewas di negara tetangga Thailand, tempat gempa berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang gedung-gedung dan merobohkan gedung pencakar langit yang sedang dibangun di ibu kota Bangkok, menjebak 30 orang di bawah reruntuhan, dan 49 orang hilang.
Pemodelan prediktif dari Badan Geologi AS memperkirakan jumlah korban tewas bisa melebihi 10.000 di Myanmar dan kerugian bisa melebihi hasil ekonomi tahunan negara itu.
Gempa tersebut merusak jalan, jembatan, dan bangunan di Myanmar, menurut junta, yang jenderal tertingginya membuat seruan langka untuk bantuan internasional pada Jumat.
Baca juga:
"Operasi pencarian dan penyelamatan saat ini sedang dilakukan di daerah yang terkena dampak," kata junta dalam pernyataan di media pemerintah dilansir Reuters.
Tim penyelamat China tiba di ibu kota komersial Myanmar, Yangon, ratusan kilometer dari kota-kota yang terkena dampak keras di Mandalay dan Naypyitaw, ibu kota negara yang dibangun khusus, tempat bagian dari rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur rusak.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)