JAKARTA - Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah membuat perjanjian terpisah dengan Ukraina dan Rusia untuk memastikan navigasi yang aman di Laut Hitam dan menerapkan larangan serangan terhadap fasilitas energi di kedua negara tersebut.
Gedung Putih mengatakan Washington akan membantu memulihkan akses Rusia ke pasar dunia untuk ekspor pertanian dan pupuk dan akan terus memfasilitasi pembicaraan di kedua belah pihak dalam upaya mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
Rusia sebelumnya mengatakan pihaknya bersedia untuk mencapai kesepakatan baru tentang keselamatan pelayaran di Laut Hitam, hanya jika Amerika Serikat memerintahkan Presiden Volodymyr Zelenskyy untuk mematuhinya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan hanya perintah seperti itu yang akan memberikan jaminan yang dibutuhkan Rusia.
Masing-masing pihak saling mengkritik atas runtuhnya perjanjian sebelumnya pada tahun 2023 yang dimaksudkan untuk menjamin keselamatan pelayaran niaga di Laut Hitam setelah Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada Februari 2022.
"Kami akan membutuhkan jaminan yang jelas. Dan mengingat pengalaman menyedihkan dari perjanjian dengan Kyiv saja, jaminan tersebut hanya dapat menjadi hasil perintah dari Washington kepada Zelenskiy dan timnya untuk melakukan satu hal dan bukan yang lain," kata Lavrov dalam pernyataan yang disiarkan televisi dilansir Reuters, Selasa, 25 Maret.
"Dan menurut saya mitra Amerika kami telah menerima sinyal ini. Mereka memahami bahwa hanya Washington yang dapat mencapai hasil positif dalam menghentikan serangan teroris, menghentikan penembakan terhadap infrastruktur sipil, infrastruktur energi yang tidak terkait dengan kompleks industri-militer,” imbuhnya.
VOIR éGALEMENT:
Rusia sering menuduh Ukraina melakukan tindakan "teroris" dan Kyiv sering menggunakan bahasa yang sama dalam menanggapi serangan Rusia yang telah menewaskan ribuan warga sipil di Ukraina selama tiga tahun perang.
Pernyataan Lavrov mengindikasikan Rusia akan menuntut pengetatan lebih lanjut tekanan AS terhadap Zelenskiy sebelum menyetujui gencatan senjata maritim, yang menurut Washington akan menjadi langkah penting menuju gencatan senjata yang lebih komprehensif.
Zelenskyy dan Trump mengadakan pertemuan yang gagal di Gedung Putih bulan lalu, dan Kyiv beserta sekutu-sekutunya di Eropa khawatir Trump dapat menyegel kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan mengalah pada tuntutan Rusia dan merusak keamanan mereka.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)