Partager:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Senin, Ia berharap kesepakatan pembagian pendapatan AS-Ukraina atas mineral-mineral penting Ukraina akan segera ditandatangani.

Presiden Trump juga mengatakan kepada para wartawan ketika ia bertemu dengan Kabinetnya, Amerika Serikat sedang berbicara dengan Ukraina mengenai potensi perusahaan-perusahaan Amerika untuk memiliki pembangkit listrik Ukraina.

"Kita berbicara mengenai wilayah saat ini. Kita berbicara tentang garis demarkasi, berbicara tentang kekuasaan, kepemilikan pembangkit listrik. Beberapa orang mengatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki pembangkit listrik, karena kami memiliki keahlian," katanya, dikutip dari Reuters 25 Maret.

Delegasi AS bertemu dengan para pejabat Ukraina pada hari Minggu dan dengan para pejabat Rusia pada hari Senin di Riyadh, Arab Saudi. Pembicaraan tersebut sebagian besar berfokus pada gencatan senjata di Laut Hitam, namun Trump mengatakan bahwa isu-isu lain juga akan dibahas seiring dengan upaya penghentian perang tiga tahun Rusia melawan Ukraina.

Kamis pekan lalu, Presiden Trump mengatakan AS akan segera menandatangani kesepakatan mineral dan sumber daya alam dengan Ukraina, meyakini upayanya untuk mencapai kesepakatan damai bagi negara itu berjalan "cukup baik" setelah pembicaraannya minggu ini dengan para pemimpin Rusia dan Ukraina.

"Kami melakukannya dengan sangat baik terkait Ukraina dan Rusia. Dan salah satu hal yang kami lakukan adalah menandatangani kesepakatan dalam waktu dekat terkait tanah jarang dengan Ukraina," katanya kala itu.

Presiden Trump merujuk pada diskusi terpisahnya minggu lalu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang bertujuan untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina.

Sebelumnya, Ukraina dan AS mengatakan bulan ini, mereka telah sepakat untuk menyimpulkan perjanjian komprehensif sesegera mungkin untuk mengembangkan sumber daya mineral penting Ukraina, yang dilihat Presiden Trump sebagai cara untuk membayar kembali Amerika Serikat atas bantuannya kepada Kyiv.

Upaya untuk menyegel kesepakatan itu tersendat setelah pertemuan Gedung Putih yang membawa bencana antara pemimpin kedua negara pada akhir bulan lalu.

Tidak jelas apakah kesepakatan itu telah berubah. Versi sebelumnya tidak menyertakan jaminan keamanan eksplisit yang diminta Ukraina, tetapi memberi AS akses ke sumber daya alam Ukraina.

Kesepakatan itu juga membayangkan Pemerintah Ukraina menyumbang 50 persen dari jumlah yang diuangkan untuk sumber daya alam milik negara ke dana investasi rekonstruksi yang dikelola AS-Ukraina.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)