JAKARTA - Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar mengatakan, Israel belum mengambil keputusan apakah akan memberlakukan pemerintahan militer di Gaza.
"Hal itu belum diputuskan oleh kabinet kami," kata Menlu Sa’ar menanggapi pertanyaan dari The Times of Israel pada konferensi pers bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, seperti dikutip 24 Maret.
Menlu Sa’ar menegaskan, Israel mengikuti hukum internasional di Gaza. Ia merujuk pada Pasal 70 Protokol Tambahan Konvensi Jenewa 1949, yang menyatakan bantuan kemanusiaan harus diizinkan jika penduduk sipil "tidak diberikan pasokan yang memadai".
Ia mengklaim 25.000 truk yang diizinkan masuk oleh Israel selama gencatan senjata dengan Hamas cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk Gaza.
Menuduh Hamas menggunakan paket bantuan untuk mendanai serangannya dan merekrut teroris baru, menlu Sa’ar juga mengemukakan Pasal 23 Konvensi Jenewa Keempat, yang menyatakan suatu pihak tidak diwajibkan untuk mengizinkan masuknya bantuan jika bantuan tersebut dialihkan untuk upaya militer atau ekonomi musuh.
"Tidak ada negara yang diwajibkan untuk memfasilitasi perang terhadap dirinya sendiri," dalihnya.
"Israel tidak boleh dinilai dengan standar yang berbeda," tandas Menlu Sa'ar.
Sementara itu, diplomat utama Uni Eropa Kajja Kallas menyesalkan dimulainya kembali pertempuran di Gaza, dengan menyatakan "melanjutkan negosiasi adalah satu-satunya cara yang layak untuk mengakhiri penderitaan di semua pihak."
VOIR éGALEMENT:
"Kekerasan memicu lebih banyak kekerasan," kritik Kallas, seraya menambahkan pertempuran yang baru tersebut menyebabkan "ketidakpastian yang tak tertahankan" bagi para sandera dan keluarga mereka, serta "kengerian dan kematian bagi rakyat Palestina."
Kallas juga mengatakan UE menyambut baik rencana Mesir untuk rekonstruksi Gaza, melihat "tidak ada peran bagi Hamas dalam pemerintahan Gaza di masa mendatang."
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)