Partager:

SOLO - Kementerian Sosial (Kemensos) berencana membangun sekolah rakyat di tiap kabupaten/kota, termasuk Kota Solo. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan pihaknya kini sedang mempersiapkan pembangunan 60 sekolah rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Sekolah rakyat ini seperti yang disampaikan presiden ini adalah ide gagasan Presiden Prabowo untuk memuliakan keluarga miskin utamanya dalam memotong mata rantai kemiskinan," ungkap Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul di Solo, Minggu 23 Maret.

Ia menjelaskan, sekolah rakyat akan dibangun dengan tiga jenjang yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Saat ini pihaknya telah mempersiapkan hingga 60 sekolah yang siap menjadi pilot project tersebar di Pulau Jawa, Aceh, Lampung, Kalimantan, dan Papua.

Sekolah tersebut untuk menampung anak-anak dari keluarga yang tidak mampu, khususnya yang masuk kategori miskin ekstrem dan miskin yang masuk Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah. Siapa yang bisa sekolah di situ yakni putra-putri dari keluarga miskin ekstrem maupun miskin di desil 1 desil 2. Kalau enggak ada baru di desil 3," ungkapnya.

Sekolah rakyat akan dikelola oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan. Sementara untuk tenaga pendidik, pihaknya memaparkan sudah mencatat 50.000 lulusan profesi guru untuk melakukan pelatihan khusus dan nantinya akan mengajar di sekolah rakyat.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)