JAKARTA - Militer Israel kembali menggelar operasi darat di wilayah Jalur Gaza, Palestina pada Hari Rabu, setelah melakukan serangan udara yang menewaskan sekitar 400 warga sipil sehari sebelumnya.
Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi telah meluncurkan operasi darat "tepat sasaran" di Jalur Gaza bagian tengah dan selatan, yang dikatakan ditujukan untuk memperluas zona penyangga, dikutip dari The Times of Israel 20 Maret.
Pasukan Divisi ke-252 IDF memasuki area Koridor Netzarim, merebut sekitar setengahnya, hingga Jalan Jalan Salahuddin.
Pada saat yang sama, IDF mengatakan telah mengerahkan Brigade Golani ke bagian selatan perbatasan Gaza, mempersiapkan diri untuk tindakan selanjutnya di Jalur Gaza.
Serangan udara Israel yang dilanjutkan pada Hari Rabu menewaskan sedikitnya 48 warga Palestina di Gaza, setelah sehari sebelumnya serangan serupa menewaskan lebih dari 400 orang, menurut petugas kesehatan setempat seperti mengutip Reuters.
Militer Israel mengatakan, manuver "terfokus" yang bertujuan untuk menciptakan zona penyangga parsial antara utara dan selatan daerah kantong itu.
Sebelumnya pada Hari Rabu, tentara Israel menyebarkan selebaran di Jalur Gaza utara dan selatan, yang memerintahkan penduduk untuk kembali mengungsi dari rumah mereka.
Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri Israel mengonfirmasi dimulainya kembali perang di Jalur Gaza, dan cakupannya akan secara bertahap diperluas dalam beberapa jam mendatang.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan dia telah memberi tahu militer untuk mengambil "tindakan keras" terhadap Hamas sebagai tanggapan atas penolakan kelompok itu untuk membebaskan sandera yang tersisa dan karena penolakan mereka terhadap proposal gencatan senjata.
Hamas sendiri diperkirakan masih menahan 59 dari sekitar 250 sandera yang ditangkap dalam serangannya pada 7 Oktober 2023 di Israel, menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan membahayakan upaya mediator untuk mengamankan gencatan senjata permanen.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan dalam sebuah pernyataan video, jika para sandera tidak dibebaskan, "Israel akan bertindak dengan kekerasan yang belum pernah Anda lihat sebelumnya".
Terpisah, kelompok militan Palestina Hamas mengatakan operasi darat dan penyerbuan ke Koridor Netzarim adalah "pelanggaran baru dan berbahaya" terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan.
Dalam sebuah pernyataan, kelompok tersebut menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan tersebut dan meminta para mediator untuk "memikul tanggung jawab mereka".
Israel dan Hamas saling tuduh melanggar gencatan senjata, yang telah memberikan kelegaan bagi 2,3 juta penduduk Gaza setelah 17 bulan perang menghancurkan daerah kantong itu hingga menjadi puing-puing dan memaksa sebagian besar penduduknya mengungsi beberapa kali.
Diketahui, konflik terbaru di Gaza pecah pada 7 Oktober 2023, saat kelompok militan Palestina yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatan Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 250 orang, menurut perhitungan Israel.
VOIR éGALEMENT:
Kementerian kesehatan di Gaza mengonfirmasi pada Hari Rabu, korban tewas Palestina sejak konflik terbaru pecah telah mencapai 49.547 orang, sementara jumlah korban luka-luka mencapai 112.719 orang, seperti mengutip Anadolu.
Kampanye Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan krisis kemanusiaan dengan kekurangan makanan, bahan bakar, dan air.
Israel menuduh Hamas menggunakan warga sipil Palestina sebagai tameng manusia. Hamas membantahnya dan menuduh Israel melakukan pemboman tanpa pandang bulu.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)