JAKARTA – Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, menegaskan bahwa masa depan pers Indonesia sangat bergantung pada keberanian berinovasi dan kemitraan yang strategis. Komitmen ini ditunjukkan melalui penandatanganan kerja sama antara PWI Pusat dan Universitas Sahid Jakarta pada Jumat, 17 Januari 2025, di Jakarta.
“Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata untuk mencetak generasi baru wartawan yang tak hanya kompeten, tetapi juga tangguh menghadapi arus perubahan digital. Pers membutuhkan darah segar dengan keahlian modern, dan di sinilah peran penting dunia akademik,” ujar Hendry Ch Bangun dalam sambutannya.
Acara yang berlangsung di Auditorium Kampus Universitas Sahid Jakarta ini juga dihadiri Rektor Universitas Sahid, Prof. Dr. Giyatmi, dan sejumlah petinggi kedua institusi, antara lain Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Sahid Prof. Dr. Mirza Ronda, Wakil Dekan Fikom Drs. Arry Rahayuniantoro, Koordinator PR Dr. Rahtika Diana, Sekjen PWI Pusat, Iqbal Irsyad, Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Dr. Suprapto dan Ketua Satgas Anti Hoax PWI Pusat Dr. Budi Nugraha. Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum jurnalistik berbasis digital, pelatihan wartawan, hingga penelitian bersama di bidang komunikasi.
Prof. Giyatmi menyebut kolaborasi ini sebagai peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam praktik jurnalistik. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata di lapangan, terutama di era ketika media sedang menghadapi tantangan serius dari disinformasi,” ujarnya.
Kerja sama ini juga ditandai dengan kuliah umum Hendry Ch Bangun bertema Tantangan dan Peluang Pers Indonesia. Ia menyoroti ancaman dari hoaks dan algoritma media sosial yang kerap memicu polarisasi di masyarakat.
“Kalau wartawan tidak beradaptasi, kita akan kalah oleh teknologi. Kerja sama dengan dunia pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk melawan itu,” tegas Hendry.
SEE ALSO:
Melalui langkah ini, PWI Pusat dan Universitas Sahid Jakarta berupaya menciptakan SDM yang tak hanya andal di bidang komunikasi dan jurnalistik, tetapi juga siap menjawab tantangan era digital. Ini bukan sekadar kerja sama, melainkan misi besar untuk menjaga peran pers sebagai pilar demokrasi.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)