Teror Santet Lewat Kurir, Film 'Paket Santet' Angkat Fenomena Belanja Online ke Layar Lebar
JAKARTA – Base Entertainment kembali menggebrak industri film horor Tanah Air dengan mengumumkan proyek terbaru berjudul Paket Santet.
Film yang dijadwalkan tayang pada 27 Agustus mendatang ini mencoba menggabungkan mitologi tradisional dengan kebiasaan modern masyarakat Indonesia, yakni berbelanja online dan menerima paket setiap hari.
Produser Base Entertainment, Osher, menjelaskan bahwa ide film ini muncul dari keinginan untuk memberikan sesuatu yang berbeda di tengah gempuran film horor.
"Kita mau coba memberikan sebuah horor yang tetap familiar sama penonton Indonesia, tapi ada unsur kebaruannya gitu loh. Nah, kali ini kita kebetulan kita pas mau obrol dengan Dinna, sutradaranya, Dinna ini membawa sebuah konsep yang sangat menarik," ujar Osher di Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli.
Osher menyoroti betapa rentannya ruang personal manusia di era digital ini.
"Bagaimana kalau sebuah kutukan atau sebuah santet dikirimkan—kan kita tahu ya santet itu selalu dikirim gitu ya. Nah, tapi sekarang dengan zaman di mana proses pengiriman itu sudah gampang banget gitu, kita beli barang online dan
lain-lain gampang masuk ke rumah kita tanpa kita tahu apa yang kita bawa masuk," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa media pengiriman santet dalam film ini menggunakan sesuatu yang tidak disangka-sangka, yakni lebah.
"Santet itu waktu dikirimkan itu harus memiliki sebuah medium. Nah, tapi yang kita sering dengar kan mungkin lewat ayam atau kelabang. Bagaimana kalau binatangnya pun lebih unassuming lagi, lebih sesuatu yang kita nggak sangka-sangka gitu, which is lewat sebuah lebah," tambah Osher.
Sutradara Dinna Jasanti pun mengakui bahwa ide ini diperkuat oleh tren mistis di media sosial.
"Pas kita pikirin ide juga sempat lewat di FYP aku sih di sosmed, itu ada digital dukun. Jadi cetus sih idenya kayak, 'Ah digitally ya seperti Osher bilang paket-paket itu gampang banget ya untuk masuk ke rumah.' Dan itu jadi kayak satu ide yang muncul," kenang Dinna.
Relasi antara kehidupan sehari-hari dengan horor ini dirasa sangat dekat oleh
Dinna, terutama saat ia mendengar teriakan kurir di depan rumah.
"Saat aku terima skrip, ada kata pertama di halaman pertama itu adalah kurir yang memanggil, 'Paket!'. Dan itu adalah suara kurir yang selalu muncul di depan rumah aku setiap pagi. Itu menjadi kayak satu relasi yang, 'Oh it happens every day'," tuturnya.
Ketakutan utama dalam film ini dibangun dari ketidaktahuan penerima saat membuka kiriman misterius.
"Horor itu muncul saat paket itu diterima. Kadang-kadang kita kalau terima, itu COD-kah, itu kita sudah bayar, kadang-kadang kita sampai nggak lihat itu kirimnya dari siapa, terus kita buka saja. Dan saat buka ternyata kutukan itu terjadi," papar Dinna.
Yasamin Jasem, pemeran utama bernama Bela, mengaku kaget saat melihat visualisasi lebah dalam poster dan trailer.
"Kaget tapi juga at the same time expected karena tadi di trailer juga sudah ada adegan disengat lebah sebanyak itu. Pas lihat lumayan kayak 'Ih tawon ya, tawon.' Tawon tuh takut sih, kayak satu saja tuh sakit banget. Aku pernah lihat mamaku kena, ini semuka-muka semuanya ada," kata Yasamin.
Fatih Unru yang berperan sebagai Deva menambahkan bahwa ketakutan dalam film ini
lahir dari hal-hal sederhana yang dianggap sepele.
"Ketakutan itu lahir kan dari hal-hal yang sederhana. Hal-hal yang sederhana yang kita anggap sepele yang terjadi begitu saja dalam kehidupan kita, ternyata itu bisa membawa kita ke tempat yang mengerikan," ungkap Fatih.
Bagi Fatih, premis santet yang dipaketkan adalah sebuah terobosan yang mengerikan.
"Menerima paket buat Fatih juga sudah hal yang biasa, tapi nggak pernah kepikiran oh iya ternyata santet bisa dipaketin? Dan ketika paket itu sampai, itu kayak sudah selesai. Berarti kan kalian sudah tahu ajal kalian itu kapan," pungkasnya.