Kebut Konektivitas, Kementerian PU Percepat Perbaikan Jembatan dan Jalan di Aceh

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat proyek perbaikan jembatan dan jalan di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil demi memulihkan konektivitas wilayah yang sempat lumpuh akibat bencana alam, sekaligus memastikan jalur logistik kembali normal.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga kemantapan jalan nasional di Aceh, khususnya pada ruas-ruas terdampak bencana yang membutuhkan penanganan darurat.

"Perbaikan dilakukan agar jembatan kembali aman dilalui, sehingga konektivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap terjaga. Aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami," ujar Dody Hanggodo di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Penanganan permanen ini dikomandoi langsung oleh Kementerian PU melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Proyek ini diharapkan dapat mendorong kembali roda pertumbuhan ekonomi daerah.

Progres Signifikan 3 Jembatan Utama di Aceh

Hingga awal Juli 2026, Kementerian PU mencatat perkembangan positif pada tiga proyek jembatan utama yang sempat rusak:

  1. Jembatan Lawe Mengkudu I (Aceh Tenggara)
  • Progres: 83,72% (per awal Juli 2026).
  • Fungsi: Menghubungkan wilayah Kabupaten Aceh Tenggara ke Gayo Lues.
  • Status: Jembatan lama yang rusak akibat bencana telah dibongkar total dan diganti dengan konstruksi baru yang lebih kokoh untuk mobilitas jangka panjang.

  1. Jembatan Lumut (Aceh Tengah)
  • Progres: 73,80% (per awal Juli 2026).
  • Fokus Pekerjaan: Penyelesaian pasangan batu di sisi kiri dan kanan jalan pendekat (oprit) jembatan. Fungsi struktur ini adalah sebagai pengaman untuk meningkatkan stabilitas konstruksi dan melindungi badan jalan.
  1. Jembatan Ulee Langa (Aceh Utara)
  • Progres: 72,79% (per 1 Juli 2026).
  • Fokus Pekerjaan: Saat ini memasuki tahap penanganan pascabencana yang meliputi proses curing (perawatan) beton serta fabrikasi besi pelat injak demi penyelesaian konstruksi.

Perbaikan Jalur Logistik di Lintas Barat, Timur, dan Tengah

Selain jembatan, Menteri Dody menambahkan bahwa Kementerian PU juga melakukan penanganan permanen pada sejumlah ruas jalan nasional di Aceh yang terbagi dalam tiga koridor utama:

  • Koridor Lintas Timur: Penanganan dilakukan pada 13 ruas jalan nasional. Di antaranya meliputi ruas Beureunuen–Batas Pidie Jaya, Meureudu–Bireuen, Peureulak–Langsa, hingga Kuala Simpang–Batas Sumatera Utara.
  • Koridor Lintas Barat: Fokus pengerjaan diarahkan pada dua ruas utama, yaitu Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya, serta Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhokseumot–Jeuram.
  • Koridor Lintas Tengah: Sebanyak 13 jembatan dan 322 titik longsor saat ini sudah berhasil tertangani secara fungsional.

Dari 13 jembatan di Lintas Tengah tersebut, 10 di antaranya ditargetkan rampung secara permanen pada tahun ini. Lokasinya tersebar mulai dari wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Bener Meriah.

Guna mengantisipasi bencana serupa di masa depan, proyek ini tidak hanya memperbaiki badan jalan dan jembatan, tetapi juga dilengkapi dengan penguatan lereng serta tebing sungai untuk meminimalisir risiko longsor dan erosi.