Negosiasi Lebanon-Israel Terpisah dari Kesepakatan AS-Iran
JAKARTA - Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan pada Hari Rabu, negosiasi negaranya dengan Israel di Washington terpisah dari kesepakatan Amerika Serikat-Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Lebanon dan Israel telah mengadakan pembicaraan langsung di Washington sejak April, berupaya mengakhiri permusuhan antara Israel dan Hizbullah dan memisahkan konflik mereka dari perang regional yang lebih luas.
Namun pengumuman pada Hari Senin tentang kesepakatan AS-Iran, yang menurut Iran dan mediator Pakistan mencakup Lebanon, telah mengubah keadaan.
"Jaminan yang telah kami terima, dan yang kami tegaskan, adalah bahwa jalan Lebanon dalam negosiasi bersifat terpisah, meskipun kami tentu saja mendukung gencatan senjata dan negara mana pun yang membantu kami, termasuk Iran," kata Presiden Aoun, menurut pernyataan dari kantornya, melansir Al Arabiya dari AFP (18/6).
Namun "campur tangan dalam urusan Lebanon tidak diizinkan," tambahnya.
Presiden Aoun menyatakan, harapan bahwa putaran kelima pembicaraan minggu depan "akan lebih positif, terutama mengingat minat besar pemerintahan AS terhadap Lebanon."
"Negara Lebanon berdaulat dalam pengambilan keputusannya, dan untuk pertama kalinya, negara inilah yang memimpin negosiasi, dan tidak ada yang bernegosiasi untuk kami," jelasnya.
"Saya meyakinkan rakyat Lebanon bahwa tidak ada yang mengikat kami dengan negara lain, dan setiap penyelesaian akan melalui kami, bukan dengan mengorbankan kami," tambah Presiden Aoun.
Sebelumnya, kelompok militan Hizbullah pada Hari Senin berterima kasih kepada pendukungnya, Teheran, karena bersikeras agar Lebanon dimasukkan dalam perjanjian dengan Washington, meskipun Beirut telah berupaya melalui pembicaraan untuk mencapai gencatan senjata dan penarikan penuh pasukan Israel.
Hizbullah menolak negosiasi langsung Pemerintah Lebanon dengan Israel dan keputusan untuk melucuti senjatanya.
VOIR éGALEMENT:
Diketahui, Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret dengan serangan roket ke Israel untuk membalas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatolah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel beberapa hari sebelumnya.
Israel menanggapi dengan kampanye serangan udara besar-besaran dan invasi darat yang menurut pemerintah Lebanon telah menewaskan lebih dari 3.800 orang.
Meskipun kekerasan telah menurun di Lebanon setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, serangan Israel di selatan telah menewaskan sedikitnya lima orang sejak saat itu, menurut media pemerintah, yang juga melaporkan serangan Israel di beberapa wilayah Lebanon selatan pada Hari Rabu.