Menteri HAM Minta Pemda Cegah Kerawanan Kasus Inteloren Jelang Natal

JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi dan mencegah potensi atau kerawanan timbulnya kasus intoleran menjelang Hari Raya Natal 2025.

Menurut Pigai, pemda atau aparatur negara lainnya di tiap daerah perlu mendeteksi dini jika ada potensi kasus intoleran yang bisa timbulagar ibadah bagi umat Nasrani itu berjalan aman dan damai.

"Kadang-kadang dalam suasana peribadatan itu kan ada satu dua (kasus) yang sering muncul. Satu dua, tapi ya tidak semua," kata Pigai saat konferensi pers di gedung Kementerian HAM, Jakarta, Rabu, 17 Desember dilansir ANTARA.

Pigaimengatakan bentuk kerawanan yang bisa timbul itu, di antaranya jika ada suatu tempat yang bisa memunculkan pro-kontra dan membuat masyarakat sulit menjalankan ibadah.

Maka dari itu, ia meminta pemda untuk mencari jalan keluar atas permasalahan tersebut sebelum pelaksanaan ibadah berlangsung.

Pigai meminta aparat pemda untuk menggunakan pendekatan persuasif jika ada masalah-masalah itu.

Menhamjuga telah memerintahkan seluruh jajaran Kementerian HAM, mulai dari eselon satu hingga seluruh staf di tingkat kantor wilayah untuk berupaya memastikan masyarakat dapat menikmati perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Menurut Pigai, Presiden Prabowo Subianto juga sudah memerintahkan agar Natal tahun ini menjadi hari yang bahagia dalam suasana yang damai, toleran, dan stabil.

Ia menjelaskan Natal dan tahun baru bukan hanya momen masyarakat melaksanakan ibadah, tetapi juga bakal terjadi mobilitas orang dengan jumlah yang besar.

"Kita harap adazero accident, zero intolerant," katanya.