Rusia Desak Pasukan Ukraina yang Terkepung di Pokrovsk Segera Menyerah
JAKARTA - Rusia mengatakan pasukan Ukraina di kota Pokrovsk dan Kupiansk yang porak-poranda dikepung harus menyerah. Jika tidak, pasukan Ukraina disebut tidak akan mampu bertahan hidup.
Rusia berupaya merebut Pokrovsk, yang dijuluki "gerbang ke Donetsk", sejak tahun 2024 sebagai bagian dari upaya untuk merebut seluruh wilayah Donbas, yang masih dikuasai pasukan Ukraina sekitar 10%, atau 5.000 km persegi (1.930 mil persegi).
Berbeda dengan serangan frontal yang digunakan pasukan Rusia terhadap kota-kota lain, Rusia telah menggunakan gerakan penjepit untuk hampir mengepung pasukan Ukraina di Pokrovsk dan Kupiansk.
Unit-unit kecil yang sangat dinamis serta drone mengganggu logistik dan menimbulkan kekacauan di belakang garis Ukraina.
Taktik Rusia di kedua lokasi tersebut menciptakan apa yang disebut oleh para blogger militer Rusia sebagai zona abu-abu ambiguitas di mana kedua belah pihak tidak memiliki kendali penuh, tetapi sangat sulit bagi Ukraina untuk mempertahankannya.
Peta medan perang menunjukkan pasukan Rusia berada beberapa kilometer lagi dari pengepungan penuh Pokrovsk, yang dikenal oleh Rusia sebagai Krasnoarmeysk, dan menguasai sebagian besar Kupiansk serta bergerak maju di jalan utama menuju kota tersebut.
Dilansir Reuters, Rabu 5 November, Kementerian Pertahanan Rusia secara langsung membantah pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menyebut pasukan Ukraina sedang berusaha membersihkan hanya 60 tentara Rusia di Kupiansk.
Kementerian tersebut menyatakan unit-unit Ukraina terjebak dalam apa yang digambarkannya sebagai "kuali" dan posisi mereka memburuk dengan cepat sementara pasukan Rusia terus maju, "tidak menyisakan kesempatan bagi prajurit Ukraina untuk menyelamatkan diri selain dengan menyerah secara sukarela."
VOIR éGALEMENT:
Hampir empat tahun memasuki perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua, Rusia berusaha merebut seluruh Donbas dan terus maju di wilayah Kharkiv dan Dnipopetrovsk di Ukraina timur.
Militer Rusia mengatakan kini menguasai lebih dari 19% wilayah Ukraina, atau sekitar 116.000 km persegi (44.800 mil persegi).
Peta pro-Ukraina menunjukkan Rusia telah merebut lebih dari 3.400 km persegi wilayah Ukraina sepanjang tahun ini.