Susu yang Disarankan Dokter untuk Dikonsumsi Penderita GERD
JAKARTA - Bagi penderita GERD atau penyakit asam lambung, terdapat sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari konsumsinya. Salah satunya adalah susu.
Susu, terutama yang mengandung lemak tinggi, dapat memperburuk gejala GERD. Susu dapat memicu produksi asam lambung secara berlebihan dan melemahkan katup kerongkongan, sehingga bisa menyebabkan mulas, nyeri ulu hati, hingga sensasi terbakar di dada.
Namun, meski susu bisa memperburuk gejala, bukan berarti penderita GERD tidak boleh mengonsumsi susu. Penderita GERD masih bisa mengonsumsi susu, tetapi disarankan yang kandungan lemaknya rendah.
“Kalau kita ada masalah lambung, susu yang non fat atau low fat diet,” tutur Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Prof. Ari Fahrial Syam, saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta, ditulis Minggu, 17 Agustus 2025.
Penderita GERD juga dianjurkan untuk tetap minum susu karena tubuh membutuhkan kalsium yang terdapat dalam susu. Kalsium adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, pembekuan darah, dan transmisi sinyal saraf.
“Boleh enggak minum susu, boleh, karena kalsium dibutuhkan,” katanya.
VOIR éGALEMENT:
Profesor Ari juga menyebutkan bahwa susu rendah lemak disarankan untuk penderita GERD agar tidak meningkatkan kadar asam lambung. Ini karena asam lambung berperan penting dalam penyerapan kalsium, sehingga kestabilan kadarnya sangat dibutuhkan.
“Asam lambung itu dibutuhkan ya untuk penyerapan kalsium. Jadi kalau kita pH (kadar asam lambung) tinggi terus, penyerapan kalsium terganggu, akhirnya pasiennya bisa keropos tulang atau osteoporosis,” jelasnya.
“Maka kembali lagi bahwa susu tetap dibutuhkan, tetapi susu yang non fat,” pungkas Profesor Ari.