Menlu Sugiono: ASEAN Harus Tetap Menjadi Jangkar Kestabilan dan Magnet Investasi Berkelanjutan

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan ASEAN harus tetap menjadi jangkar kestabilan dan magnet investasi, saat investasi global mengalami penurunan.

Menlu Sugiono tengah berada di Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengikuti rangkaian kegiatan ASEAN Foreign Ministers’ Meetings/Post Ministerial Conference (AMM/PMC) ke-58 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) pada 8-11 Juli.

Berbicara dalam sesi pleno Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, Menlu RI menyoroti laporan United Nations Trade and Development (UNCTAD) 2024 yang menunjukkan penurunan investasi global di berbagai sektor strategis.

Di sisi lain, pada tahun yang sama investasi asing langsung (FDI) ke ASEAN mengalami peningkatan sebesar 10 persen.

Peningkatan itu menunjukkan ASEAN tetap menjadi bright spot investasi, kata Menlu Sugiono.

Menlu Sugiono saat mengikuti sesi pleno AMM. (Sumber: Kemlu RI)

"Ini menunjukkan kepercayaan investor yang terus tumbuh. ASEAN harus tetap menjadi jangkar kestabilan dan magnet bagi investasi berkelanjutan," tegas Menlu Sugiono, mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu 9 Juli.

Lebih jauh Menlu Sugiono mengatakan, Indonesia mendukung penuh kerja dari ASEAN Geoeconomics Task Force dalam merumuskan opsi kebijakan strategis untuk dibahas di tingkat pemimpin.

"Kita perlu mengubah visi menjadi aksi nyata yang memperkuat sentralitas ASEAN dan membentuk arsitektur kawasan yang stabil," Menlu Sugiono menekankan.

Terkait hal tersebut, Menlu Sugiono memandang implementasi Visi Komunitas ASEAN 2045 harus menjadi langkah prioritas.

Menutup pidatonya, kredibilitas ASEAN akan ditentukan oleh keselarasan nilai dan kesesuaian tindakannya.

"Mari kita bangun ASEAN yang tidak hanya tangguh dan kohesif, tapi juga visioner, inklusif, dan berpandangan ke depan," pungkas Menlu Sugiono.