Serangan Israel ke Gaza Terus Berlanjut Hari Ini, 70 Orang Tewas

JAKARTA - Serangan Israel ke Gaza terus berlanjut pada Kamis. Dilaporkan 70 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Petugas medis mengatakan serangan Israel menargetkan beberapa rumah di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza. Ketika dimintai tanggapan, militer Israel mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.

Dilansir Reuters, Kamis, 20 Maret, militer Israel telah melanjutkan serangan udara di Gaza sejak Selasa dan melancarkan operasi darat pada Rabu, yang secara efektif membatalkan gencatan senjata yang telah berlangsung sejak Januari.

Pasukan Israel selama 24 jam terakhir terlibat dalam operasi darat yang ditargetkan untuk memperluas zona penyangga yang memisahkan bagian utara dan selatan Gaza, yang dikenal sebagai koridor Netzarim.

Militer Israel memerintahkan penduduk untuk menjauh dari jalan Salahuddin, rute utama utara-selatan, dan mengatakan mereka harus melakukan perjalanan di sepanjang pantai sebagai gantinya.

Hari pertama serangan udara yang dilanjutkan pada Selasa menewaskan lebih dari 400 warga Palestina, salah satu hari paling mematikan dalam perang tersebut.

Setidaknya 510 warga Palestina telah tewas dalam tiga hari terakhir, lebih dari setengahnya adalah wanita dan anak-anak, Khalil Al-Deqran, juru bicara kementerian kesehatan wilayah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Kelompok militan Palestina Hamas mengatakan operasi darat Israel dan penyerbuan ke Koridor Netzarim merupakan "pelanggaran baru dan berbahaya" terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan.

Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan gencatan senjata dan meminta para mediator untuk "memikul tanggung jawab mereka".

Fase pertama sementara gencatan senjata berakhir pada awal bulan ini.

Hamas ingin beralih ke fase kedua yang disepakati, di mana Israel akan diminta untuk merundingkan penghentian perang dan penarikan pasukannya, dan sandera Israel yang ditahan di Gaza akan ditukar dengan tahanan Palestina.