Macron Undang Para Ketum Parpol Prancis ke Istana, Bahas Pembentukan Pemerintahan

JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengundang para ketua umum (ketum) partai di Prancis menghadiri pertemuan di Istana Elysee pada Selasa 10 Desember sore.

Mereka bakal membahas upaya memetakan jalan menuju pemerintahan baru sejak Perdana Menteri (PM) Prancis Michel Barnier digulingkan dalam mosi tidak percaya.

"Tujuannya adalah untuk bergerak maju dengan kesepakatan tentang metode" untuk membangun pemerintahan baru di atas fondasi parlemen yang tidak stabil, kata orang-orang yang dekat dengan Macron pada Senin 19 Desember malam, dikutip AFP, Selasa 10 Desember.

PM Prancis Barnier sebelumnya didukung Partai Republik yang konservatif dan kubu sentris Macron, tetapi koalisi itu goyah dan tidak mendapat suara signifikan dari mayoritas keseluruhan anggota Majelis Nasional.

Hingga saat ini masih belum diketahui bagaimana Macron akan membangun basis dukungannya di Majelis Nasional untuk membentuk pemerintahan baru.

Sejumlah partai menjaga jarak dengan Macron seperti National Rally (RN) yang berhaluan kanan ekstrem, France Unbowed (LFI) yang berhaluan kiri ekstrem, dan Partai Hijau.

Pemimpin Partai Hijau Marine Tondelier mengatakan partainya telah mengambil sikap untuk tidak mau berkompromi pada isu-isu yang mencerminkan Partai Republik.

"Kami tidak akan berpartisipasi dalam pemerintahan yang 'berkepentingan nasional' dengan Partai Republik atau Macronis atau siapa pun," kata Tondelier pada Senin.

Dalam sebuah surat pada Minggu malam, para elite Partai Sosialis memberi tahu Macron bahwa mereka terbuka untuk bersidkusi menemukan jalan keluar dari kebuntuan yang dianggapnya merugikan masyarakat Prancis.

Namun, Partai Sosialis menambahkan, tidak akan bergabung dengan pemerintahan teknokratis atau yang dijalankan oleh perdana menteri dari sayap kanan, dan menyerukan "perubahan arah politik yang sebenarnya" pada aturan "pensiun, daya beli, dan keadilan pajak."

Harian konservatif Le Figaro mengatakan jika Macron menyatukan banyak pihak dalam satu meja maka telah terjadi kemajuan untuk mencapai konsensus setelah pemilihan dadakan pada bulan Juli.