JAKARTA - Pemerintah Kuba menyatakan lebih dari 7.000 kontainer kargo yang membawa barang-barang menuju pulau itu telah diblokir atau tertunda di pelabuhan internasional akibat sanksi AS.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Luar Negeri Oscar Perez-Oliva Fragamenyatakan hal ituselama sesi Majelis Nasional Kekuasaan Rakyat di Havana.

Dilansir ANTARA dari Anadolu, Kamis, 30 Juli, Fragamengatakankontainer-kontainer tersebut dibeli secara legal sesuai dengan peraturan perdagangan internasional. Kargo yang tertahan tersebut termasuk makanan, sumber daya untuk perbaikan jaringan energi negara, pasokan untuk produksi air minum, dan obat-obatan penting.

Fragamengaitkan penundaan tersebut dengan sanksi AS yang semakin intensif. Dia mengatakantekanan ASterhadap Kubatelah meningkat secara stabil sejak awal tahun di atas "pengepungan energi" yang sudah ada terhadap pulau tersebut.

Dia pun menuduh AS meningkatkan tekanan terhadap Kuba sejak awal tahun, dengan mengatakankebijakan ASsama dengan "hukuman kolektif" terhadap rakyat Kuba.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu)Kuba Bruno Rodriguezpada awal bulan Juli mengatakanembargo AS terhadap Kuba sama dengan "tindakan perang". Rodriguezmengeklaim hal itu menyebabkan kesulitanparah bagi penduduk Kuba.

Kubamenghadapi krisis ekonomi secara mendalam selama enam tahun terakhir, yang ditandai dengan pemadaman listrik meluas, kekurangan barang kebutuhan pokok, penurunan produksi, inflasi tinggi, dan pelemahan mata uang peso.

Para pejabat Kuba telah lama menyalahkan sanksi AS atas kesulitan ekonomi negara tersebut, sedangkan AS menyatakantindakannya menargetkan Pemerintah Kuba dan entitas yang terkait dengannya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+