JAKARTA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, dijadwalkan mengunjungi Paus Leo XIV pada Kamis 7 April.

Mengutip AFP, Kamis 7 Mei, Rubio digadang-gadang berupaya meredakan ketegangan antara Washington dengan Vatikan sekaligus mempromosikan kepentingan Presiden Donald Trump.

Trump diketahui tidak mendapat simpati Paus Leo terkait perang gabungan AS-Israel terhadap Iran. Namun, alih-alih bersikap kenegarawanan, Trump justru mengejek pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia itu.

Rubio yang beragama Katolik, berusaha meredakan keretakan tersebut dengan mencoba mengunjungi Paus Leo, diikuti agenda lain pertemuan dengan Sekretaris Negara Vatikan, Pietro Parolin.

"Kami akan mendengarkannya," kata Parolin kepada wartawan saat ditanya rencana Pemerintahan Trump lewas Menlu Rubio mengunjui Paus Leo.

Paus Leo XIV, kepala dari 1,4 miliar umat Katolik di dunia, menyerukan perdamaian di Timur Tengah setelah AS-Israel melancarkan serangan ke Iran.

Leo juga mengutuk AS dan menyebut "benar-benar tidak dapat diterima" atas ambisi perang Trump yang mengancam akan menghancurkan peradaban Iran.

Trump kemudian bereaksi dengan mengejek Paus Leo lewat media sosial. "LEMAH dalam hal kejahatan, dan buruk dalam kebijakan luar negeri," demikian salah satu ejekan Trump ke Leo bulan lalu.

Paus Tetap Menjadi Paus

Sebelumnya, terlepas dari upayanya mengancam dan ingin berdamai dengan Iran, Trump kembali mengkritik Paus dalam sesi wawancara pada Senin malam 4 Mei.

Trump menuduh Leo percaya bahwa "tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir".

"Saya pikir dia membahayakan banyak umat Katolik dan banyak orang," kata Trump tentang Paus.

Ditanya tentang komentar terbaru Trump, Paus Leo mengatakan bahwa misi Gereja Katolik adalah untuk "mewartakan perdamaian" dan Injil.

"Jika ada yang ingin mengkritik saya karena mewartakan Injil, biarkan mereka melakukannya dengan jujur," katanya kepada wartawan pada Selasa 5 Mei.

“Gereja telah bersuara menentang semua senjata nuklir selama bertahun-tahun, jadi tidak ada keraguan tentang itu, dan saya hanya berharap didengar demi nilai firman Tuhan,” sambung Paus Leo.

Parol kemudian mengatakan pada Rabu 6 Mei bahwa menyerang Paus Leo “tampak agak aneh bagi saya”. Ia menambahkan: “Paus sedang menjadi Paus.”


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)