JAKARTA – Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah cepat pemerintah dalam menangani tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau para korban di RSUD Bekasi dinilai sebagai cerminan nyata empati negara di tengah krisis.
Ketua Umum PP AMPG, Said Aldi Al Idrus, menyebut langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.
"Kami melihat respons pemerintah sangat cepat dan tepat. Kehadiran Presiden di lokasi korban menunjukkan empati dan keseriusan negara dalam menangani krisis ini," ujar Said Aldi Al Idrus, dikutip dari ANTARA, Kamis, 30 April 2026.
Meski memuji langkah darurat pemerintah, Said menekankan bahwa evaluasi pasca-kejadian tidak boleh berhenti pada penanganan medis semata, melainkan harus menyentuh akar permasalahan struktural perkeretaapian nasional.
Informasi awal menyebutkan kecelakaan maut yang merenggut sedikitnya 16 nyawa tersebut diduga akibat efek domino, mulai dari gangguan kendaraan di perlintasan sebidang hingga indikasi kegagalan sistem persinyalan.
Said menilai kerumitan masalah ini menjadi alarm keras bagi otoritas terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kejadian ini harus menjadi momentum untuk melakukan audit total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, mulai dari perlintasan sebidang, sistem sinyal, hingga standar operasional dan faktor human error," tegasnya.
AMPG menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi transparan yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Di sisi lain, organisasi sayap Partai Golkar ini juga mendorong pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur keselamatan seperti flyover dan underpass di titik-titik rawan.
Said mengingatkan bahwa investasi pada sistem keselamatan, terutama di wilayah padat seperti Bekasi, bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk melindungi nyawa publik.
Sambil menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan, AMPG mendesak adanya pembaruan teknologi persinyalan dan pengawasan ketat bagi operator.
Penegasan ini ditujukan agar tragedi kemanusiaan serupa tidak terulang kembali di masa depan.
"Kita tidak boleh menunggu tragedi berikutnya untuk bertindak. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, cepat, dan berkelanjutan," pungkas Said.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)