BERAU - Sehari menjelang Idulfitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025, ratusan rumah di empat kecamatan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, masih terendam banjir hingga Minggu 30 Maret. Ketinggian air yang mencapai dua meter menyebabkan akses jalan terputus, mengisolasi ratusan warga.
Banjir yang terus meningkat ini memaksa warga Berau mengevakuasi hewan ternak ke tempat yang lebih aman. Sejumlah titik kini terendam hingga dua meter, menghambat aktivitas masyarakat dan membuat mereka harus menggunakan perahu untuk menyelamatkan barang berharga.
Petugas gabungan dari BPBD Berau, Basarnas, dan TNI/Polri terus mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah menggunakan perahu karet. Namun, keterbatasan jumlah perahu menyebabkan beberapa warga nekat menerjang arus deras demi mencari tempat lebih aman.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Berau, banjir ini telah meluas ke empat kecamatan dan puluhan desa masih terisolir. Banjir yang terjadi pada akhir Maret 2025 ini menjadi yang terparah dalam lima tahun terakhir di wilayah Berau.
Selain memutus akses jalan, banjir juga merendam fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, kantor pemerintahan, puskesmas, dan SPBU. Akibatnya, warga mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar, termasuk LPG tiga kilogram, karena banyak agen turut terdampak.
Kepala Desa Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma mengeluhkan kondisi warganya yang masih terisolir akibat banjir. Mereka kesulitan mendapatkan pasokan makanan, terutama karena bantuan logistik yang datang sebagian besar berupa bahan mentah. Ia berharap pemerintah segera mendistribusikan makanan siap saji.
“Yang paling dibutuhkan saat ini adalah makanan siap saji. Banyak warga yang tidak bisa memasak karena terjadi kelangkaan gas. Agen gas pun kesulitan mendapatkan pasokan akibat akses jalan yang terputus,” ujar Suharyadi.
Wakil Bupati Berau, Gamali mengakui kendala utama dalam penyaluran bantuan adalah akses jalan yang terputus. Ia menyebut banjir kali ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga distribusi bantuan mengalami hambatan.
SEE ALSO:
Ia juga menyoroti kelangkaan LPG sebagai kendala baru yang harus segera diatasi. Oleh karena itu, ia mengajak TNI/Polri dan pihak terkait untuk segera mendirikan dapur umum guna memastikan warga mendapatkan makanan siap konsumsi.
Sementara itu, banyak warga Berau yang hanya bisa pasrah merayakan Lebaran tahun ini dalam kondisi banjir.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)