JAKARTA - Tentara Sudan mengepung bandara Khartoum dan daerah sekitarnya. Peristiwa ini menandai kemenangan lain dalam perang dua tahun dengan kelompok bersenjata saingannya, Pasukan Dukungan Cepat (RSF).
Secara terpisah, tentara Sudan mengatakan mereka telah menguasai kamp Tiba al-Hassanab di Jabal Awliya, pangkalan utama RSF di Sudan tengah dan benteng terakhirnya di Khartoum.
Militer telah lama berada di posisi yang tidak menguntungkan dalam konflik yang mengancam pemisahan negara dan telah menyebabkan bencana kemanusiaan. Namun, baru-baru ini mereka berhasil memperoleh keuntungan dan merebut kembali wilayah dari RSF di bagian tengah negara.
Tentara merebut kendali istana presiden di pusat kota Khartoum pada Jumat pekan lalu, sebagaimana dilansir Reuters.
Para saksi mata mengatakan pada Rabu, 26 Maret, RSF menempatkan pasukannya di Khartoum selatan untuk mengamankan penarikan pasukan mereka dari ibu kota melalui jembatan ke kota tetangga Omdurman.
PBB menyebut situasi di Sudan sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan kelaparan di beberapa lokasi dan penyakit di seluruh negara berpenduduk 50 juta orang itu.
SEE ALSO:
Perang meletus dua tahun lalu saat Sudan merencanakan transisi menuju pemerintahan demokratis.
TNI dan RSF telah bergabung setelah menggulingkan Omar al-Bashir dari kekuasaan pada tahun 2019 dan kemudian menggulingkan kepemimpinan sipil.
Namun, mereka telah lama berselisih, karena Bashir mengangkat Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal sebagai Hemedti, dan RSF, yang berakar pada milisi janjaweed Darfur, sebagai penyeimbang bagi tentara yang dipimpin perwira karier Abdel Fattah al-Burhan.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)