JAKARTA – Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menilai hubungan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo lebih rumit meski Jokowi menyatakan hubungan keduanya baik-baik saja.
“Dengan perkembangan dan dinamika selama ini, sulit rasanya melihat Jokowi akan bertemu Megawati. Saya rasa Jokowi sudah terang-terangan melakukan perlawanan, bahkan mengkhianati Megawati dan PDIP,” ujarnya, Minggu 23 Maret 2025.
Bahkan, Dedi menyebut kerumitan hubungan Megawati dan Jokowi bisa melebihi hubungan antara Megawati dan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. “Kalau kita lihat, Megawati punya sejarah panjang soal menghadapi musuh politiknya. SBY misalnya, sebagai rival politik yang hingga kini tidak bisa disebut rukun dengan Megawati, padahal SBY tidak secara langsung mengganggu Megawati,” imbuhnya.
Dia mengungkapkan, kerumitan tersebut juga bisa terlihat dari kebingungan Jokowi saat hendak menjawab pertanyaan apakah akan bertemu dengan Megawati usai obrolan hangat dengan Puan Maharani di sebuah acara yang digelar Partai NasDem.
“Ya tentu rumit bagi Jokowi kalau ditanya soal pertemuan dengan Megawati. Karena publik taunya sejak lama Megawati tidak mau berjumpa Jokowi, terutama setelah pecah kongsi,” tukas Dedi.
SEE ALSO:
Sebelumnya, Jokowi menyebut pertemuan dirinya dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani berlangsung hangat pada kegiatan buka bersama di NasDem Tower.
Meski keduanya sempat mengobrol hangat bersama dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, namun Jokowi sempat tampak berpikir sejenak saat ditanya oleh awak media, terkait hubungannya Megawati Soekarnoputri.
Jokowi bahkan sempat bingung akan menjawab apa, saat awak media menanyakan apakah dirinya akan menemui Megawati sebagai bentuk rekonsiliasi, usai obrolan hangat dengan Puan.
“Ya belum (ada rencana bertemu), tapi akan apa ya, ke depan saya kira akan baik baik saja,” katanya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)