JAKARTA - Wahana Musik Indonesia (WAMI) sebagai Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) terbesar yang beroperasi di Indonesia, mengumumkan bahwa pihaknya telah melakukan pendistribusian royalti pertama di tahun 2025 sejak Senin, 24 Maret kemarin lusa.

Adapun, WAMI berhasil menghimpun royalti performing rights sebesar Rp96 miliar, yang berasal dari penggunaan digital, non-digital, dan overseas.

Bersamaan dengan itu, LMK yang dipimpin Adi Adrian (KLa Project), juga mengumumkan daftar penulis lagu teratas yang mendapat besaran royalti tertinggi untuk Maret ini.

Melly Goeslaw – yang lewat unggahan Instagram mengaku mendapat ratusan juta – dilaporkan menerima royalti sebesar Rp559,9 juta. Angka ini berasal dari popularitas lagu-lagu ciptaannya, seperti “Ayat Ayat Cinta” yang dipopulerkan oleh Rossa, serta “Gantung” dan “Ada Apa Dengan Cinta” yang ia bawakan sendiri.

Di samping Melly, nama-nama teratas yang mendapat royalti besar adalah Eross Candra, Ade Govinda, Doel Sumbang, Thomas Arya, Kohar Kahler, dan beberapa nama lain.

Adapun, royalti terbesar didapat oleh Mohamad Indra Gerson, yang menerima royalti sebesar Rp730.8 juta. Nilai ini dicapai berkat lagu “After Dark” yang ia tulis untuk seorang penyanyi asal Amerika Serikat bernama Mr. Kitty.

Jumlah royalti yang diterima Indra saat ini juga menjadi nilai terbesar yang WAMI distribusikan dalam satu kali periode distribusi kepada seorang komposer.

Selain mengumumkan nama-nama yang mendapatkan royalti besar, WAMI juga mengumumkan perubahan dalam pendistribusian royalti kepada para anggota. Mulai tahun ini, royalti akan dibagikan sebanyak tiga kali, yaitu pada Maret, Juli dan November.

Keputusan ini diambil untuk meningkatkan efisiensi serta optimalisasi pengelolaan dana royalti bagi para pemilik hak cipta. Sistem distribusi baru ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal bagi para anggota.

“Kami percaya bahwa perubahan ini akan memberikan dampak positif bagi para anggota WAMI dalam jangka panjang,” kata Adi Adrian selaku Presiden Direktur WAMI, melalui siaran pers, Selasa, 25 Maret.

“Dengan terus berbenah diri, memperbaiki data, kami berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih untuk anggota,” pungkasnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)