JAKARTA - Pabrikan otomotif ternama dari Jerman, Audi meresmikan peluncuran model A5 e-hybrid yang melengkapi jajaran kendaraan elektrifikasi dari merek ini.

Kehadiran model ini merupakan salah satu wujud respon pabrikan terhadap meningkatnya permintaan kendaraan hybrid, yang kini menjadi opsi alternatif bagi konsumen yang belum ingin memiliki EV murni.

Management Technical Development Audi AG, Geoffrey Bouquot mengatakan teknologi hybrid yang diusung oleh A5 memiliki fleksibilitas lebih tinggi karena dapat menggabungkan sistem mesin pembakaran dengan listrik secara efisien.

“Teknologi hybrid kami menggabungkan yang terbaik dari kedua dunia, yakni bensin dan listrik serta memberikan fleksibilitas tingkat tinggi untuk kehidupan sehari-hari,” kata Bouquot dikutip dari laman resmi Audi, Rabu, 26 Maret.

Inilah interior Audi A5 e-hybrid. (Dok Audi)
Inilah interior Audi A5 e-hybrid. (Dok Audi)

Dibangun di atas arsitektur Premium Platform Combustion (PPC), Audi memberi model ini dengan teknologi yang disebut ‘e-hybrid’ atau plug-in hybrid (PHEV) yang dikembangkan oleh brand tersebut.

Pabrikan berlogo ‘empat cincin’ ini juga telah meningkatkan kinerja pada regenerative braking secara signifikan, memungkinkan pengemudi dapat menyesuaikan level pemulihan daya dorong dalam model EV dengan menggunakan paddle pada setir kemudi.

Manajemen teknologi hybrid pada model baru ini dirancang dengan mengutamakan efisiensi, fleksibilitas, dan kenyamanan maksimal serta secara otomatis dapat memilih strategi pengoperasian secara optimal.

Tersedia dalam dua mode pengoperasian, yakni EV dan Hybrid. Mode EV memungkinkan Audi A5 e-hybrid dapat berjalan dengan tenaga listrik murni. Lalu pada mode Hybrid, sistem manajemennya mempertahankan tingkat pengisian daya tertentu sesuai kebutuhan guna menyimpan cukup energi listrik untuk penggunaan selanjutnya.

Selain mode Hybrid, tingkat pengisian daya yang diinginkan kini dapat dipilih secara individual untuk pertama kalinya dengan menggunakan penggeser digital.

Audi menawarkan A5 e-hybrid dalam dua varian, yakni Avant dan Sedan. Keduanya memiliki mesin 2,0 TFSI berkekuatan 185 kW dan motor listrik dengan tenaga lebih dari 105 kW.

Masing-masing varian ditawarkan dengan tenaga 220 kW dan 270 kW. Untuk versi 220 kW, baik versi Avant dan Sedan dapat berakselerasi dari 0 ke 100 km/jam dalam 5,7 detik. Sementara, penggerak dengan tenaga 270 kW dapat berlari dari 0 ke 100 km/jam pada tempo 5,1 detik. Meskipun memiliki dua tenaga yang berbeda, semua varian punya kemampuan kecepatan tertinggi hingga 250 km/jam.

Inti dari teknologi PHEV pada Audi A5 tersebut ialah baterai berkapasitas 25,9 kWh yang sanggup memberikan jarak tempuh 110 km dengan tenaga listrik murni. Sistem tersebut dapat mengisi daya dengan AC Charging 11 kW yang mampu mengisi 0 ke 100 persen dalam 2,5 jam.

Audi A5 e-hybrid bisa dipesan mulai bulan Maret ini di pasar Eropa dengan harga mulai dari 62.500 euro hingga 64.150 euro (Rp1,118 miliar sampai Rp1,148 miliar) untuk Sedan dan 70.900 euro sampai 72.550 euro (Rp1,268 miliar hingga Rp1,298 miliar) pada tipe Avant.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)