Mengenal <i>Butterfly Hug</i>, Praktik Atasi Cemas Dalam Ilmu Psikologi
Ilustrasi Butterfly Hug (Joshua Rawson Harris/Unsplash)

JAKARTA – Saat hati terasa gusar, cemas berlebih, atau selalu diliputi emosi, semua pasti akan berantakan dan merasa sulit dikendalikan. Anda bisa mencoba teknik butterfly hug atau pelukan kupu-kupu jika terkungkung dalam situasi seperti ini.

Butterfly hug adalah bentuk stimulasi mandiri untuk menenangkan diri dari rasa cemas. Praktik ini pertama kali dikembangkan oleh Lucina Artigas dan Ignacio Jarero pada tahun 1998 saat menolong korban selamat dari badai besar di Acapulco, Meksiko.

Teknik pelukan ini dapat menenangkan pikiran dan merilekskan tubuh, sehingga rasa cemas dan khawatir bisa berangsur-angsur reda.

Karena teknik ini berhasil membuat perasaan orang-orang menjadi lebih baik, maka butterfly hug dikembangkan menjadi praktik standar yang dilakukan dokter, psikolog, dan terapis untuk mengatasi kecemasan.

Dikutip dari laman Alodokter, butterfly hugs juga diketahui mampu mengatasi kecemasan pada seorang penderita PTSD atau gangguan stres pascatrauma ketika ingatan terhadap peristiwa traumatis hadir dalam pikirannya dan menyebabkan ia tertekan secara emosional.

Teknik ini juga dikenal efektif meredakan gejala PTSD pada anak yang menderita kanker. Anak kecil memiliki daya ingat trauma lebih besar dibandingkan orang dewasa. Trauma masa kecil bisa terbawa hingga dewasa jika tidak disembuhkan dengan baik.

Untuk itu butterfly hug ini membantu anak-anak meredam kecemasan atau ketakutan atas rasa sakit sehingga memori tersebut tidak terbawa hingga usia matang.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa teknik butterfly hug yang diterapkan secara rutin dapat membuat anak yang tadinya kurang mampu memahami dan mengendalikan emosinya menjadi lebih mahir dalam memahami emosi diri dan temannya. Selain itu, dapat menumbuhkan rasa toleransi tinggi, tolong menolong, serta bekerja sama.

Praktik pelukan kupu-kupu ini cukup mudah diterapkan dan bisa Anda lakukan secara mandiri. Berikut langkah-langkahnya:

1. Silangkan kedua tangan Anda di depan dada. Letakkan ujung jari Anda di lengan tangan atas.

2. Tutup mata Anda dan lakukan sambil mengatur napas.

3. Lakukan gerakan menepuk-menepuk tangan Anda secara perlahan sampai kedua telapak tangan seperti mengapakkkan sayap pada kupu-kupu.

4. Gerakan mengapakkan sayap dilakukan dengan menarik napas pelan-pelan dan menghembuskan napas pelan-pelan juga. Anda bisa melakukan gerakan ini selama 30 detik bahkan lebih hingga Anda merasa tenang.

5. Berhenti jika perasaan Anda sudah baik dan tubuh Anda menjadi jauh lebih rileks.

Teknik ini bisa Anda lakukan dimana saja. Tapi lebih baik pilih tempat nyaman dan tidak terlalu ramai agar tidak terganggu sehingga bisa cepat mencapai ketenangan.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, French, and Spanish versions are automatically generated by the system. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)