JAKARTA - Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) menyatakan kesiapan penuh industri konstruksi baja nasional untuk membangun 100 unit Jembatan Bailey perbulan tanpa ketergantungan impor, dengan memanfaatkan kapasitas produksi dan keahlian dalam negeri.

Ketua Umum ISSC, Budi Harta Winata menegaskan bahwa seluruh komponen utama Jembatan Bailey dapat diproduksi oleh industri baja nasional yang tergabung dalam ISSC, baik dari sisi material, fabrikasi, maupun pelaksanaan konstruksi di lapangan.

“Industri baja dan konstruksi nasional sudah sangat siap. Pembangunan 100 Jembatan Bailey perbulan dapat dilakukan 100 persen menggunakan produk dalam negeri, tanpa harus mengandalkan impor,” tegasnya, dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Januari.

Jembatan Bailey merupakan solusi strategis untuk percepatan konektivitas, terutama di daerah terpencil, wilayah perbatasan, serta area terdampak bencana. Dengan desain modular dan sistem pemasangan yang cepat, jembatan ini dapat dibangun secara efisien dengan tetap memenuhi standar keselamatan dan mutu.

ISSC menilai bahwa pemanfaatan produk baja nasional tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian dalam negeri, termasuk peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, serta penguatan industri baja nasional.

“Momentum pembangunan infrastruktur harus menjadi peluang untuk memperkuat kemandirian industri nasional. ISSC siap mendukung penuh program pemerintah dalam membangun jembatan Bailey yang andal, berkualitas, dan berbasis material produk baja dalam negeri yang telah tersertifikasi SNI dan TKDN sesuai regulasi pemerintah Indonesia,” tambah Budi.

ISSC berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan pelaku industri dapat terus diperkuat guna mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaulat secara industri.

Adapun Daftar per bulan produksi Fabrikator Jembatan Balley dalam negeri:

1. PT. AMGA = 8 unit

2. PT. ITB = 6 unit

3. PT. ILK= 6 unit

4. PT. ISP = 5 unit

5. PT. KBI = 8 Unit

6. PT. DMS = 6 unit

7. ⁠PT. UBP = 4 unit

8. ⁠PT. CTI = 6 unit

9. PT. YI = 6 Unit

10. PT. GBP = 6 Unit

11. PT. DHJ = 10 unit

12. PT. BMI = 8 Unit

13. PT. RSU = 10 unit

14. PT. BJF = 4 unit

15. PT. BTU = 10 unit

16. PT. CNC = 4 unit

17. PT. MCII = 5 unit

18. PT. PWIP = 4 unit

19. PT. KBK = 10 unit

20. PT. CHC = 10 unit

21. PT. BBC = 5 unit

22. PT. Kokoh = 10 unit

Total = 151 unit / bulan.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+