JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk pertama kalinya memimpin Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV tahun 2025, yang digelar di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin, 3 November 2025.
Rapat ini menjadi momen perdana bagi Purbaya sebagai Koordinator KSSK, setelah resmi menjabat Menteri Keuangan.
Purbaya menyampaikan bahwa Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV tahun 2025 telah dilaksanakan pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Ia menambahkan dalam hasil rapat tersebut turut menyepakati pentingnya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan antaranggota, serta dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya.
"Rapat tersebut menyepakati untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan antar lembaga anggota KSSK, maupun dengan kementrian atau lembaga lain dalam upaya memastikan agar KSSK senantiasa terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV tahun 2025, Senin, 3 November.
Untuk informasi, KSSK merupakan forum koordinasi antarotoritas yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK).
Adapun, forum ini beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Melalui koordinasi antar-lembaga tersebut, KSSK memiliki mandat untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, menangani potensi krisis, serta mengelola risiko sistemik pada sektor perbankan. Seluruh proses pemantauan dan pengambilan keputusan dilakukan di bawah koordinasi Menteri Keuangan.
SEE ALSO:
Dalam rapat tersebut, Menteri Keuangan selaku koordinator KSSK memaparkan hasil penilaian terhadap stabilitas sistem keuangan triwulan sebelumnya, termasuk perkembangan ekonomi global, domestik, sejumlah indikator makroekonomi, seperti pergerakan nilai tukar, tingkat inflasi, kondisi pasar surat utang, realisasi APBN, serta arah kebijakan fiskal ke depan.
Paparan berikutnya akan disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia yang akan menjelaskan kebijakan moneter dan langkah-langkah menjaga stabilitas sistem keuangan.
Selanjutnya, Ketua Dewan Komisioner OJK akan memaparkan kondisi terkini sektor jasa keuangan, dan rapat akan ditutup dengan laporan dari Ketua Dewan Komisioner LPS mengenai perkembangan simpanan masyarakat di perbankan.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)