JAKARTA - Sebanyak enam unit pengolahan ikan (UPI) asal Indonesia kini bisa melakukan ekspor produk perikanan ke Arab Saudi.
Hal itu berkat kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan BPOM dalam melakukan negosiasi dengan otoritas kompeten Arab Saudi.
"Per hari ini, kami mendapatkan notifikasi dari Otoritas Kompeten Arab Saudi bahwa mereka telah menyetujui enam UPI untuk bisa mulai ekspor ke Arab Saudi. Perusahaan telah memenuhi persyaratan standar mutu dan keamanan hasil perikanan," ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP Ishartini dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 22 Agustus.
Keenam UPI tersebut adalah PT Suri Tani Pemuka, PT Pahala Bahari Nusantara PT Muria Bahari Indonesia, PT Sekar Laut, PT Alam Jaya dan PT Philips Seafood Indonesia.
Adapun komoditas utama untuk di ekspor ke Arab Saudi, di antaranya berbagai produk ikan olahan; tuna; berbagai jenis ikan pelagis; tepung ikan; minyak ikan; fillet ikan; ikan kaleng; kerupuk udang; hingga berbagai jenis sambal ikan.
SEE ALSO:
Dengan penambahan tersebut, saat ini total perusahaan perikanan Indonesia yang dapat melakukan ekspor produk ke Arab Saudi menjadi 63 UPI.
"Penambahan ini diyakini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan volume ekspor serta diversifikasi komoditas perikanan yang dikirim dari Indonesia ke Arab Saudi," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, pihaknya berkomitmen dalam melaksanakan pengendalian dan pengawasan quality assurance di sepanjang rantai produksi dan rantai pasok komoditas perikanan untuk menjamin produk berkualitas, aman konsumsi dan bergizi.
A total of six fish processing units (UPI) from Indonesia can now export fishery products to Saudi Arabia.
This is thanks to the collaboration between the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) and BPOM in negotiating with the competent authorities of Saudi Arabia.
"As of today, we have received a notification from the Competent Authority of Saudi Arabia that they have approved six UPIs to be able to start exporting to Saudi Arabia. The company has met the requirements for quality standards and safety of fishery products," said Head of the Quality Control and Supervision Agency for Marine Products and Fisheries. KKP Ishartini in a written statement, Friday, August 22.
The six UPIs are PT Suri Tani Pemuka, PT Pahala Bahari Nusantara PT Muria Bahari Indonesia, PT Sekar Laut, PT Alam Jaya and PT Philips Seafood Indonesia.
The main commodities to export to Saudi Arabia include various processed fish products; tuna; various types of pelagic fish; fish flour; fish oil; fish fillet; canned fish; shrimp crackers; to various types of fish sambal.
SEE ALSO:
Dengan penambahan tersebut, saat ini total perusahaan perikanan Indonesia yang dapat melakukan ekspor produk ke Arab Saudi menjadi 63 UPI.
"Penambahan ini diyakini akan berdampak signifikan terhadap peningkatan volume ekspor serta diversifikasi komoditas perikanan yang dikirim dari Indonesia ke Arab Saudi," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, pihaknya berkomitmen dalam melaksanakan pengendalian dan pengawasan quality assurance di sepanjang rantai produksi dan rantai pasok komoditas perikanan untuk menjamin produk berkualitas, aman konsumsi dan bergizi.
SEE ALSO:
With this addition, currently, the total number of Indonesian fisheries companies that can export products to Saudi Arabia is 63 UPI.
"This addition is believed to have a significant impact on increasing export volume and diversifying fishery commodities sent from Indonesia to Saudi Arabia," he said.
Previously, Minister of Maritime Affairs and Fisheries (KP) Sakti Wahyu Trenggono emphasized that his party was committed to controlling and supervising quality assurances along the production chain and supply chain of fishery commodities to ensure quality, safe consumption and nutritious products.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)