JAKARTA - Industri pengolahan nonmigas atau manufaktur tercatat tumbuh sebesar 5,58 persen hingga triwulan III-2025. Namun demikian, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui masih adanya sektor industri yang belum menunjukkan kinerja optimal.
Salah satunya ialah Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam (ISKPBGN). Berdasarkan data Kemenperin, sektor itu memang berkontribusi sebesar 7,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun utilisasinya saat ini baru 33,78 persen.
"Tercatat, rata-rata utilisasi industri refraktori nasional hanya mencapai 33,78 persen dari total kapasitas terpasang sepanjang 2020-2024. Hal ini menunjukkan kinerja dan daya saing industri refraktori nasional masih belum optimal," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa, 11 November.
Pangsa pasar domestik industri itu pun sangat minim, hanya sebesar 12,54 persen dari seluruh kebutuhan refraktori di dalam negeri.
"Kesenjangan ini menegaskan produk impor masih mendominasi pangsa pasar di Indonesia," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor produk refraktori untuk semen tahan api dan bata tahan api selama 2020-2024 mencapai 891.434 ton dengan nilai perdagangan sebesar 588,90 juta dolar AS. Impor produk tersebut didominasi oleh Tiongkok (88 persen); diikuti Malaysia (2,21 persen); Korea Selatan (1,94 persen); Thailand (1,76 persen); dan India (1,35 persen).
SEE ALSO:
Menanggapi kondisi impor masif dan rendahnya utilisasi industri refraktori nasional, diperlukan suatu langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi berkelanjutan. Salah satunya melalui Business Matching Industri Refraktori Nasional.
Agus berharap, Business Matching yang telah diselenggarakan belum lama ini di Bandung, Jawa Barat, dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi berkelanjutan.
Kolaborasi yang terjalin melalui forum ini diharapkan membawa dampak positif, yaitu peningkatan utilisasi industri refraktori di dalam negeri, peningkatan efisiensi industri semen, keramik, dan kaca serta terciptanya kemandirian industri refraktori nasional.
"Dengan tercapainya kemandirian industri refraktori nasional, rantai pasok nasional akan semakin kuat dan searah dengan kebijakan pembangunan industri nasional," imbuhnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)