JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, mengapresiasi peluncuran Mobil Klinik Hewan Keliling oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti nyata realisasi salah satu janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dalam memperluas akses pelayanan kesehatan hewan sekaligus mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah hewan.

Peluncuran layanan dilakukan Gubernur Pramono Anung saat meninjau Mobil Klinik Hewan Keliling di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat 10 Juli.

"Jakarta targetnya adalah menjadi kota ramah hewan. Dengan adanya klinik hewan yang mobile seperti ini menandakan target tersebut perlahan tercapai," ujar Kenneth.

Politikus yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, kehadiran Mobil Klinik Hewan Keliling merupakan langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif, khususnya bagi pemilik hewan peliharaan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan hewan.

Menurutnya, komitmen Gubernur Pramono Anung tidak hanya sebatas janji kampanye, tetapi mulai diwujudkan melalui penyediaan fasilitas kesehatan hewan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

"Komitmen itu diwujudkan melalui penyediaan akses pelayanan kesehatan hewan yang diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat, baik bagi pemilik hewan peliharaan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan hewan di Ibu Kota. Realisasi program tersebut merupakan salah satu bentuk pemenuhan janji kampanye Pak Pramono Anung Wibowo untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif dan menjawab kebutuhan warga Jakarta," katanya.

Kenneth menilai keberadaan layanan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan hewan, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat melalui pengendalian penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.

Meski demikian, ia menilai pengembangan layanan masih perlu terus dilakukan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Saat ini, seluruh layanan pada Mobil Klinik Hewan Keliling masih dikenakan tarif sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, termasuk bagi pemilik hewan ber-KTP non-DKI Jakarta.

Namun demikian, Kenneth mengaku akan mendorong adanya kebijakan khusus agar masyarakat kurang mampu dapat memperoleh layanan secara gratis.

"Kalau memang ada kejadian khusus atau pemilik hewan mungkin kurang mampu, ke depan akan ada pertimbangan khusus. Mudah-mudahan bisa digratiskan," ujarnya.

Selain itu, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI (IKAL) PPRA Angkatan LXII tersebut juga meminta Pemprov DKI Jakarta menambah jumlah armada Mobil Klinik Hewan Keliling serta membangun klinik hewan permanen di setiap kota administrasi.

Menurutnya, lima unit mobil yang saat ini disiapkan masih perlu ditingkatkan agar jangkauan pelayanan semakin luas. Ia juga berharap rencana pembangunan pusat layanan kesehatan hewan permanen dapat segera direalisasikan karena saat ini Jakarta baru memiliki satu Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berada di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

"Harapan Pak Gubernur Pramono adalah nantinya ada klinik hewan permanen juga di setiap kota administrasi. Dengan begitu masyarakat Jakarta akan memperoleh akses pelayanan kesehatan hewan yang lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan," tutup Kenneth.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan peluncuran Mobil Klinik Hewan Keliling merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mempertahankan status Jakarta sebagai daerah bebas rabies sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan di ibu kota.

Menurut Pramono, setiap unit Mobil Klinik Hewan Keliling telah dilengkapi dokter hewan beserta fasilitas medis yang mampu melayani pemeriksaan kesehatan, pengobatan hewan seperti kucing, anjing, kambing, dan sapi, tindakan operasi ringan, sterilisasi, hingga pemeriksaan ultrasonografi (USG).

"Jakarta sebagai kota yang bebas rabies tentunya harus terus kita dukung, kita pertahankan, dan kita rawat. Karena itu, keberadaan Mobil Klinik Hewan Keliling ini saya yakini menjadi modal sosial yang sangat baik bagi Jakarta untuk mempertahankan status sebagai kota bebas rabies sekaligus mendukung Jakarta sebagai kota global, kota pusat perekonomian, dan ibu kota negara," ujar Pramono.

Pramono mengungkapkan, pada 2026 Pemprov DKI Jakarta menargetkan sebanyak 23 ribu hewan menjalani program sterilisasi sebagai bagian dari pengendalian populasi hewan sekaligus upaya menjaga kesehatan masyarakat.

Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Mobil Klinik Hewan Keliling yang akan beroperasi di lima wilayah kota administrasi agar pelayanan kesehatan hewan semakin mudah dijangkau.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya. Ini merupakan sebuah terobosan baru, mungkin pertama kali ada di Indonesia, dimulai dari Jakarta, karena kami ingin Jakarta menjadi kota yang ramah hewan, apa pun jenis hewannya," kata Pramono.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+