JAKARTA - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Hari Rabu mendesak negara-negara di dunia untuk segera mendorong aturan kecerdasan buatan (AI) bersama dengan aturan yang sama.
Berbicara pada acara internasional tentang kecerdasan buatan, Guterres mengatakan: "Kami di sini untuk menyampaikan inisiatif PBB yang sangat penting tentang kecerdasan buatan yang diputuskan oleh Majelis Umum sebagai tindak lanjut dari fakta untuk masa depan Panel Ilmiah Independen tentang AI," dikutip dari Anadolu (2/7).
Lebih jauh Ia mengatakan, panel, yang terdiri dari 40 individu terkemuka dari seluruh dunia, "adalah kelompok yang luar biasa dan unik, badan ilmiah global pertama yang sepenuhnya independen yang didedikasikan untuk membantu menutup kesenjangan pengetahuan AI dan menilai dampak nyata AI di seluruh ekonomi dan masyarakat."
Sekjen PBB mengatakan, "panel ini dimaksudkan untuk membantu dunia memisahkan fakta dari berita palsu dan sains dari omong kosong," dan berupaya untuk "pemahaman AI yang andal dan tidak bias."
"AI bisa menjadi mesin paling ampuh untuk pembangunan, mempercepat kemajuan dunia dalam segala hal mulai dari kesehatan dan kelaparan hingga pembelajaran dan iklim, tetapi panel ini juga sangat menyadari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kecerdasan buatan," jelasnya.
"Semakin AI berkembang tanpa aturan bersama, semakin sedikit suara pemerintah dan masyarakat dalam menentukan hasilnya. Jadi, pesan kami kepada pemerintah sederhana: jangan menunggu," tambahnya.
SEE ALSO:
Sekjen Guterres mengatakan, panel akan melanjutkan pekerjaannya seiring perkembangan teknologi, dan "Dialog Global tentang Tata Kelola AI" perdana akan diadakan di Jenewa minggu depan, dengan partisipasi negara-negara.
"Saya berharap dapat bergabung dengan negara-negara anggota di sana untuk membantu melanjutkan pekerjaan ini, dan segera saya akan menyampaikan proposal untuk membantu negara-negara membangun kapasitas untuk menangani teknologi ini secara memadai dan berbagi manfaatnya," tandasnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)