JAKARTA - Iran yakin akan "merayakan kemenangan" dalam perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel, kata Menteri Luar Negeri negara itu pada Hari Senin, membantah laporan tentang upaya meminta gencatan senjata dengan Washington.

"Kami terlibat dalam perlawanan yang membanggakan dan akan melanjutkan perlawanan kami tanpa ragu," kata Menlu Abbas Araghchi dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita ISNA, dilansir dari Anadolu (17/3).

"Dalam beberapa hari mendatang, kami akan merayakan kemenangan kami dalam perang ini," yakin Menlu Araghchi.

Lebih jauh diplomat senior itu membantah Negeri Para Mullah telah mengirim pesan apa pun yang meminta penghentian pertempuran yang sedang berlangsung.

"Kami tidak mengirim pesan apa pun dan tidak meminta gencatan senjata," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Menlu Araghchi menekankan Selat Hormuz, jalur transit utama untuk kapal tanker minyak, "terbuka, dan hanya ditutup untuk musuh."

"Perang ini harus berakhir dengan cara agar musuh tidak lagi berpikir untuk menyerang Iran dan serangan tidak terulang," tegasnya.

Diketahui, Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan bersama terhadap Iran sejak 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Tehran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, yang menurut mereka menargetkan "aset militer AS."


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)