Satu Orang Tewas Akibat Gempa Magnitudo 7,7
JAKARTA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menyatakan satu korban dilaporkan meninggal dunia dan dua orang luka-luka dampak dari gempa dengan magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
“Tadi kami sudah evakuasi satu orang meninggal dunia, akibat tertimpa reruntuhan gedung,” kata Kepala SAR Maumere Faturahman dilansir ANTARA, Sabtu, 15 Agustus.
Korban yang belum diketahui identitasnyatersebut, kata dia, ditemukan di ruang tunggu Dermaga Lorens Say Maumereyang mengalami kerusakaanakibat gempa.
“Untuk di ruang tunggu itu sudah nihil,” ujar dia.
Sementara itu dua korban yang ditemukan dalam keadaan luka luka, sambung dia, kini sudah dirawat intensif di RS terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG ) mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT pascagempa dengan magnitudo 7,7 menguncang Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, pukul 05.58 WITA waktu setempat.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama di Kupang, Sabtu pagi, mengatakan pusat gempa terjadi pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur.
“lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer,” katanya,
Sampai dengan pukul 07.03 WITA, BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini (PD) Tsunami 2. Peringatan tersebut mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara.
Di NTT, wilayah yang berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara dan Sikka bagian utara.
Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan yang masuk status Siaga yakni Selayar, Jeneponto dan Bantaeng.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami 1 setelah gempa awal tercatat berkekuatan M7,0. Saat itu, Ngada bagian utara berstatus Waspada dengan estimasi waktu tiba tsunami sekitar pukul 05.01.23 WIB.