Ribuan WNI Padati KJRI Jeddah, Lebaran di Tanah Rantau Obati Rindu Kampung
JAKARTA — Lebaran jauh dari keluarga tetap terasa hangat di Jeddah. Sekitar 2.300 Warga Negara Indonesia (WNI) memadati Wisma Konsul Jenderal RI untuk Salat Idulfitri dan halal bihalal pada Jumat, 20 Maret.
Sejak pagi, diaspora dari berbagai penjuru Jeddah dan sekitarnya berdatangan. Salat Id berjamaah menjadi pembuka, lalu dilanjutkan halal bihalal. Suasananya sederhana, tapi terasa penuh.
KJRI Jeddah menyiapkan hidangan khas Lebaran. Ketupat sayur, opor ayam, telur, kentang balado, hingga kerupuk tersaji. Bagi banyak perantau, hal itu bukan sekadar makanan. Ini mengingatkan akan rumah.
Konsul Jenderal RI Jeddah, Duta Besar Yusron B. Ambary mengatakan kegiatan ini penting untuk menjaga rasa kebersamaan di tengah jarak dengan keluarga.
“Alhamdulillah suasana di Jeddah kondusif. Lebih dari 2.000 diaspora bisa berkumpul untuk Salat Id di Wisma Indonesia,” ujar Yusron dalam keteranganya Sabtu, 21 Maret.
Ia menilai momen Lebaran di perantauan punya arti berbeda. Tidak semua bisa pulang. Karena itu, pertemuan seperti ini jadi ruang melepas rindu sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga.
SEE ALSO:
Antusiasme terlihat dari kehadiran WNI yang datang dari berbagai wilayah, bahkan dari luar kota seperti Rabigh. Salah satu peserta mengaku baru pertama kali Salat Id di KJRI Jeddah.
“Suasananya hangat dan tertata rapi. Rasanya seperti Lebaran di rumah,” katanya.
Di tengah keterbatasan jarak, perayaan ini jadi bukti satu hal: Lebaran tetap hidup, bahkan ribuan kilometer dari Indonesia.