Geber Economic Growth, Minister Of Industry Proposes Fiscal Incentives For The Automotive Industry Next Year
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan usulan kebijakan insentif fiskal untuk sektor otomotif yang akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun depan.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, langkah itu diambil untuk mempercepat pertumbuhan industri otomotif nasional yang dinilai memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi.
"Kami harap mereka (industri otomotif) menjadi perhatian supaya mereka ada perlindungan tenaga kerja dan penciptaan tenaga kerja baru, penting ada perhatian khusus. Paling tidak ada kebijakan fiskal 2026 agar (pertumbuhan) sektor otomotif bisa jauh lebih cepat," ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis, 13 November.
Agus bilang, saat ini pihaknya sedang merumuskan skema stimulus tersebut.
Nantinya, usulan itu akan diajukan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dinakhodai oleh Airlangga Hartarto.
"Kemenperin sekarang dalam proses merumuskan usulan yang akan diajukan pemerintah, dalam hal ini Menko Ekonomi. Kemenperin sedang dalam proses merumuskan kebijakan insentif stimulus untuk sektor otomotif," katanya.
Menurut Mantan Menteri Sosial itu, sektor otomotif memiliki peran strategis dalam struktur industri nasional karena memiliki keterkaitan luas dengan berbagai sektor lain serta menyerap banyak tenaga kerja.
Dia mengeklaim, kebijakan memberikan stimulus untuk industri otomotif juga menjadi langkah tercepat yang dilakukan oleh pemerintah ketika pandemi COVID-19.
"Kami di Kemenperin melihat sektor otomotif terlalu penting untuk diabaikan, sehingga (harus) jadi perhatian khusus. Karena backward dan linkage-nya terdapat komponen ketenagakerjaan yang memang selalu harus kami lindungi," imbuhnya.
Untuk diketahui, Kemenperin sudah berulang kali mendorong adanya insentif motor listrik pada tahun ini.
Insentif yang diberikan pemerintah diyakini dapat mendongkrak penjualan motor listrik di Tanah Air demi mendukung net zero emissions (NZE).
Akan tetapi, hingga November 2025 ini, pemerintah belum mengumumkan besaran dan kapan berlakunya insentif tersebut.
Terbaru, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program subsidi motor listrik tidak diusulkan masuk dalam program pemerintah.
"Tahun depan tidak diusulkan," tegas dia saat ditemui usai Acara New Economic Order di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
The Ministry of Industry (Kemenperin) is preparing a proposal for a fiscal incentive policy for the automotive sector which will be submitted to the Coordinating Ministry for Economic Affairs next year.
Minister of Industry (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita said the move was taken to accelerate the growth of the national automotive industry which is considered to have an important role in economic growth.
"We hope that they (the automotive industry) will pay attention so that they have the protection of workers and the creation of new workers, it is important that there is special attention. At least there is a 2026 fiscal policy so that the automotive sector (growth) can be much faster," said Agus at the Ministry of Industry (Kemenperin) office, Jakarta, Thursday, November 13.
Agus said that currently his party is formulating the stimulus scheme.
Later, the proposal will be submitted to the Coordinating Ministry for Economic Affairs, which is headed by Airlangga Hartarto.
"The Ministry of Industry is now in the process of formulating a proposal that will be submitted by the government, in this case the Coordinating Minister for the Economy. The Ministry of Industry is in the process of formulating a stimulus incentive policy for the automotive sector," he said.
According to the former Minister of Social Affairs, the automotive sector has a strategic role in the national industrial structure because it has a broad connection with various other sectors and absorbs a lot of workforce.
He claimed that the policy of providing stimulus for the automotive industry was also the fastest step taken by the government during the COVID-19 pandemic.
"We at the Ministry of Industry see that the automotive sector is too important to ignore, so (must) be a special concern. Because the reward and linkage have labor components that we always have to protect," he added.
To note, the Ministry of Industry has repeatedly encouraged incentives for electric motorcycles this year.
Incentives provided by the government are believed to be able to boost sales of electric motorcycles in the country in order to support net zero emissions (NZE).
However, until November 2025, the government has not announced the amount and when these incentives will apply.
Most recently, Coordinating Minister for the Economy Airlangga Hartarto confirmed that the electricity motor subsidy program was not proposed to be included in the government program.
"Next year is not proposed," he said when met after the New Economic Order event at the Jakarta Convention Center, Thursday, October 9.
SEE ALSO:
Meski begitu, Airlangga tak memberikan informasi lebih lanjut apa alasan tidak adanya usulan insentif motor listrik untuk 2026 mendatang.
SEE ALSO:
Even so, Airlangga did not provide further information on the reasons for the absence of a proposal for an electric motorcycle incentive for 2026.