RI Diklaim jadi Top 5 Produsen Keramik, Nilai Eskpor Tembus Rp517,7 Miliar

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, RI masuk dalam top 5 besar produsen keramik dunia dengan kapasitas mencapai 625 juta meter persegi. Kinerja ekspor keramik juga disebut mengalami peningkatan pada tahun ini.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan, saat ini total nilai investasi industri keramik nasional di Indonesia mencapai Rp224 triliun dengan serapan tenaga kerja tembus 40.000 orang di berbagai segmen rantai produksi.

Dalam catatannya, pada periode 2020-2024, total realisasi investasi di sektor keramik mencapai Rp20,3 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 10.000 orang.

"Kami optimistis, dengan dukungan investasi dan kebijakan tepat, Indonesia akan mampu naik menjadi empat besar dunia dalam waktu dekat," ujar Taufiek dalam acara The 32nd World Ceramic Tiles Forum (WCTF) 2025 di Yogyakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 11 November.

Menurut Taufiek, prospek pengembangan industri keramik nasional masih sangat menarik ke depannya seiring dengan pasar dalam negeri terus meningkat dan maraknya pembangunan infrastruktur, properti dan konstruksi.

Terlebih, konsumsi keramik nasional masih rendah, yakni sekitar 2,2 meter persegi per kapita. Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia dan Thailand yang mencapai 3 meter persegi per kapita dan rata-rata dunia sebesar 2,5 meter persegi per kapita.

"Produk keramik Indonesia bahkan telah diekspor ke berbagai negara dengan nilai ekspor mencapai 31 juta dolar AS (sekitar Rp517,7 miliar) pada periode Januari-Agustus 2025," katanya.

Ke depan, kata Taufiek, pemerintah terus memberikan dukungan terhadap peningkatan daya saing industri keramik melalui kebijakan fiskal dan nonfiskal, efisiensi energi serta penerapan Standar Industri Hijau. Langkah itu sejalan dengan target pencapaian industri net zero emission (NZE) pada 2050.

Taufiek juga menekankan pentingnya kolaborasi global di forum WCTF 2025 sebagai wadah strategis untuk berbagi praktik terbaik, memperkuat kemitraan dan mendorong inovasi berkelanjutan.

"Kami mengundang para investor, inovator dan pemimpin industri dunia untuk bergandengan tangan dengan Indonesia membangun industri keramik tangguh, berkelanjutan dan berdaya saing global," pungkasnya.